Audrey, Petembak Cilik Berprestasi dari Baleendah
Limawaktu.id,- Audrey Zahra Dhyaanisa (13) seorang bocah perempuan asal Kabupaten Bandung, telah mengharumkan nama daerahnya dengan menjuarai cabang olah raga (cabor) menembak di beberapa event. Audrey tergolong masih belia, bahkan terjun ke dunia menembak pun masih tegolong baru. Namun karena kegigihannya, ia berhasil menjadi sang juara.
Gadis belia kelahiran 10 Nopember 2004 ini, masih duduk di kelas VIII SMPN 1 Baleendah. Selain itu, Audrey pun merupakan anak pertama dari anggota Polri yang bertugas di Polsek Baleendah, Polres Bandung, sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Jelekong, yakni Bripka Haradea.
Haradea menjelaskan, putrinya tersebut pernah menjuarai di sejumlah event di berbagai daerah, diantaranya juara ke-3 Kejurnas Awang Faroek di Kalimantan Timur, juara ke-2 Kejurda Jawa Barat Open di Lapangan Tembak KONI Jabar dan terakhir, juara pertama Kejuaraan Walikota Surabaya di Lapangan Tembak Brawijaya Surabaya, beberapa waktu lalu. Padahal, kata Haradea, Audrey baru mengikuti latihan menembak sejak Maret 2017.
"Meskipun baru seumur jagung, namun karena anak ini tekun dan keinginanya yang kuat menggeluti olah raga menembak, sehingga berhasil menjuarai beberapa kejuaraan diberbagai daerah. Oleh karena itu, saya akan mendorong dan mendukung, agar terus berprestasi," kata Haradea saat ditemui Limawaktu.id, di kediamannya, Kampung Sadangsari RT 03 RW 04, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Rabu (22/11/2017).
Haradea menambahkan, sebelumnya, Audrey merupakan atlit bola voli. Tapi karena sistemnya beregu dan teman-temannya jarang latihan sehingga setiap pertandingan selalu kalah. Karenanya, lanjut Haradea, Audrey beralih ke cabor menembak.
"Keberhasilan Audrey atas dukungan istri saya yang saat ini bekerja sebagai PNS di Kabupaten Bandung, Alhamdulillah, sekarang Audrey bisa mengalahkan atlit senior, yang sudah berlatih lebih dulu," ungkapnya.
Haradea juga mejelaskan, saat ini, dalam waktu seminggu tiga kali, Audrey berlatih di anak cabang menembak 10 meter air riffle women youth di lapang Tembak KONI Jabar, di Cisangkan, Kota Cimahi dan dilatih sejumlah instruktur, diantaranya Doni dari Pengcab Kabupaten Bandung, Rendi Ratulangi dan Agus Sp pelatih KONI Jabar.
"Namun, tidak hanya ditempat latihan, saya pun selalu melatih Audrey di rumah, latihan fisik, mental, cara holding (posisi menembak yang benar), triger (cara bidik) dan nembaknya," jelasnya.
Saat ditanyai harus mengeluarkan kocek berapa setiap bulannya, Haradea pun mengaku, bahwa dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1,5 juta setiap bulannya, itu pun hanya untuk membeli peluru saja, dan belum yang lainnya. Pasalnya, saat ini Audrey belum dibiayai dan disejahterakan oleh Pemda Kabupaten Bandung. Namun, katanya, kalau untuk senjata, pihak Pemda meminjamkannya.
Sementara itu, Audrey mengaku, awalnya mengikuti cabor menembak hanya pelarian dari olah raga bola voli, namun karena menembak lebih ke perorangan sehingga dirinya lebih fokus menggeluti menembak.
"Saya belum puas dengan medali-medali yang diperoleh saat ini. Oleh karena itu, saat ini saya terus berlatih agar bisa mengikuti PON Remaja 2018 dan kedepannya ingin mengikuti Asian Games," paparnya. (lie)