Sabtu, 27 Juli 2019 13:52

Wisata Tangkuban Parahu Resmi Ditutup Sampai. . . . .

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi memantau langsung perkembangan objek wisata Tangkuban Parahu pada Sabtu (27/7/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi memantau langsung perkembangan objek wisata Tangkuban Parahu pada Sabtu (27/7/2019). Ia sempat meninjau langsung bibir kawah yang masih diselimuti material sisa erupsi.

Dalam kesempatan itu, Rudy menyatakan bahwa aktifitas di Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu itu ditutup selama tiga hari ke depan, atau sampai Senin (29/7/2019). Keputusan itu dibuat berdasarkan hasil rundingan dengan semua stakeholder. 

"Tadi kumpul semua saya mendengar apa yang dilihat dan saya putuskan untuk tiga hari ini tidak boleh ada pengunjung," tegas Rudy.

Dikatakannya, situasi saat ini memang jarak kunjungan dengan area kawah memang sudah menurun dari sebelumnya, yakni 500 meter. Tapi untuk keamanan dan kenyamanan, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut, maka kawasan wisata harus steril dari pengunjung selama tiga hari kedepan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi (tengah) saat berfoto di bibir kawah yang masih diselimuti material sisa erupsi.

"Walaupun dasarnya ada situasinya normal 500 meter dari bibir kawah, kami putuskan untuk tidak ada pengunjung sampai Senin. Proses selanjutnya akan dilihat lagi perkembangannya seperti apa," katanya

Untuk sementara ini, lanjut Rudy, pihaknya memastikan tidak ada meninggal dunia dan luka akibat dari erupsi Gunung Tangkuban Parahu itu.

"Di Sespim Polri dan sudah pulang. Semua aktivitas dihentikan dulu," ucapnya.

Situasi saat ini di kawah Tangkuban Parahu setelah erupsi.

Sementara itu, pengelola TWA Tangkuban Perahu, Putra Kaban mengatakan, pada prinsipnya pihaknya menghargai dan akan mengikuti keputusan yang sudah dibuat itu. "Kesepakatan itu kita patuhi. Kita menghargai," ujarnya.

Dengan ditutupnya akses wisata selama tiga hari ke depan, lanjut dia, maka harus ada yang dikorbankan yakni mata pencaharian yang hilang bagi para pedagang.

"Pedagang yang paling banyak dirugikan," ucapnya.

Berita Terkait