Sabtu, 24 Maret 2018 14:49

Waspada Uang Palsu Saat Pilkada, Bank BI Imbau Tetap Pakai Metode 3D

Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Rentan peredaran uang palsu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Bank Indonesia (BI) Jawa Barat akan gencar melakukan sosialisasi keaslian uang.

Sosialisasi akan diutamakan di kabupaten/kota yang tengah menggelar Pilkada. Tercatat ada 16 kabupaten/kota yang melaksanakan Pemilihan Bupati maupun Wali Kota. Termasuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

"Kami terus berupaya. Kita punya kegiatan sosialiasi keaslian uang rupiah itu ke daerah-daerah Pilkada, terutama di daerah pinggiran," ujar Hermawan Novianto, Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Bank BI wilayah Jawa Barat, Sabtu (24/3/2018).

Kasus terbaru, pihaknya telah menerima klarifikasi sebanyak tujuh kasus penemuan uang baru. Kasus-kasus tersebut terhitung sejak Januari hingga Maret 2018.

"Sejak Januari sampai Maret 2018 itu ada 7 (tujuh) kasus. Pecahannya Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu," bebernya.

Ia menjelaskan, penemuan uang palsu bisa berawal dari berbagai macam sumber. Termasuk dari laporan masyarakat.

Misalnya, bisa melalui setoran masyarakat lewat bank. Atau saat terjadinya penukaran uang langsung di Bank Indonesia.

"Itu juga sumber informasi terkait uang palsu," katanya.

Sementara untuk memastikan keabsahan uang palsu atau tidak, itu harus dilakukan klarifikasi oleh pihaknya. Pasalnya, kewenangan untuk memastikan uang palsu atau bukan memang menjadi domain Bank Indonesia.

"Kita punya mesin untuk menyatakakn uang palsu. BI yang berwenang mengklarifikasi, menyatakan bahwa itu uang palsu. Penyidikannya dari kepolisian," jelas Hermawan.

Ia menghimbau, agar masyarakat untuk selalu memeriksakan keaslian uang dengan cara paling mudah dulu. Yakni dengan dilihat, diraba dan diterawang (3D).

"Itu metode mudah mendetek uang palsu," tandasnya.