Rabu, 12 Agustus 2026 20:20

Warga Karangmekar Keluhkan Dranaise Buruk, Dewan Lakukan Sidak Lapangan

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Warga RW 03 Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi mengeluhkan permasalahan genangan air dan banjir yang telah berlangsung lama di lingkungan mereka akibat pembangunan proyek dranaise yang buruk . Mereka menaruh harapan agar pihak pemerintahan di Kota Cimahi bisa mencarikan solusinya atas aspirasi yang telah mereka sampaikan kepada Komisi III DPRD Kota Cimahi.

“Kami menaruh harapan besar  besar agar Komisi III  dan instansi terkait dapat menuntaskan proyek perbaikan infrastruktur dranaises  paling lambat pada akhir tahun 2026. Warga menekankan pentingnya penyelesaian segera guna menghindari dampak buruk saat memasuki musim penghujan di masa mendatang,” terang Ketua RW 03 Kelurahan Karang Mekar, Hijrun Rence disela Sidak  Lapangan yang dilaksanakan Komisi III DPRD Kota Cimahi, di Jalan Lurah, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Hijrun, selain soal genangan,  terdapat kritik mengenai kurangnya transparansi teknis dan sosialisasi mendetail terkait perkembangan serta jadwal pengerjaan proyek pemerintah di lapangan, saat pengerjaan dranaise di Jalan Lurah, tempat mereka tinggal.Pasalnya saat pengerjaan proyek dranaise masyarakat tidak mendapatkan sosialisasi terlebih dahul dari pelaksana proyek.

“Masyarakat mengharapkan komunikasi yang lebih jelas agar mereka dapat memantau progres fisik dan kepastian waktu penyelesaian pekerjaan tersebut. Sbab penanganan genangan dan banjir ini menimbulkan dampak kepada warga," katanya.

Sementara itu, kunjungan lapangan Komisi III DPRD Kota Cimahi  bersama perwakilan  pemerintah setempat untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai masalah drainase dan banjir.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cimahi Mohammad Nofip mengatakan, Fokus utama koordinasi ini adalah memperbaiki elevasi saluran air serta memisahkan pembuangan air hujan dari limbah domestik agar aliran tetap lancar.

"DPRD  menekankan pentingnya perbaikan dranaise dan   unit pengolahan limbah mandiri bagi pelaku usaha guna mencegah pendangkalan saluran akibat endapan kotoran," kata Nofip. 

Dia menjelaskan, melalui kolaborasi dengan dinas terkait, pemerintah berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan dan drainase secara intensif di wilayah terdampak.

"Target penyelesaian proyek ini diupayakan tuntas pada tahun anggaran berjalan demi memberikan solusi nyata bagi warga. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko genangan air sekaligus menciptakan sistem sanitasi lingkungan yang lebih teratur dan higienis," pungkasnya.