Senin, 23 September 2019 17:32

Waduk Saguling Menyusut, Budidaya Ikan Kusut

Waduk Saguling Menyusut, Budidaya Ikan Kusut [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Volume air waduk Saguling, tepatnya di Jembatan Ciminyak, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyusut akibat musim kemarau. Akibatnya, aktivitas pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) terpantau lesu.

Berdasarkan pantauan, genangan air terlihat sangat surut dan aliran air semakin menyempit. Dua buah unit rumah makan terapung terdampar di waduk karena surutnya air. Lahan-lahan di waduk tersebut sebagian dimanfaatkan oleh warga untuk bertani.

 rumah makan terapung terdampar di waduk karena surutnya air.

Salah seorang pembudidaya KJA, Bagus Rendra (30) mengungkapkan, air mengalami surut tiap tahun kurang lebih 15 meter dari permukaan ke dasar waduk. Namun, saat ini periode air surut tidak menentu sehingga tidak bisa diprediksi.

"Itu bisa 4-5 bulan, bahkan dalam satu bisa terjadi dua kali surut air. Ini mulai menyusut sejak Ramadhan," kata Bagus saat ditemui, Senin (23/9/2019). Bagi pembudidaya, kondisi seperti sekarang ini jelas menjadi kerugian bagi mereka. "Sekarang budidaya ikan pakai KJA yang ada airnya di Bongas. Disana gak surut tapi airnya kurang bagus dan sering membuat ikan mabuk," ungkapnya.

Jika dalam kondisi normal waduk terisi air maka budidaya ikan bisa mencapai 90 persen. Sementara jika air surut maka budidaya hanya menghasilkan 50 persen. "Sekarang bibit 2 kuintal normalnya jadi 1 ton lebih, kalau surut hanya 7 kuintal. Perbedaannya lumayan," ungkapnya.

Sebab air di wilayahnya menyusut, Bagus terpaksa mengalihkan budidaya ikan di KJA dari Jembatan Ciminyak ke wilayah Bongas. Meski begitu, kondisi air di Bongas tidak mengalir sehingga dampaknya mengendap dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Ia pun menambahkan, hampir mayoritas pengelola rumah makan dan pembudidaya ikan di KJA mengeluh dengan kondisi saat ini. Bahkan, pemilik rumah makan terapung tidak bisa berjualan karena air surut. Padahal omzetnya saat normal bagus.