Selasa, 11 Februari 2020 18:05

Usut Dugaan Bawang Putih Naik Gara-gara Coronavirus, Disdagkoperin Sidak Pasar

kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Teja Dahliawati saat sidak PAB [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Inspeksi Mendadak (Sidak) dilakukan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi di Pasar Antri dan Pasar Atas Baru pada, Selasa (11/2/2020).

Sidak dilakukan menyusul adanya kenaikan harga bawang putih yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Menurut keterangan sejumlah pedagang, kenaikan harga bawang putih ini diduga akibat mewabahnya virus corona di China.

Pasalnya, bawang putih yang beredaran di pasaran selama ini merupakan impor yang berasal dari negara tirai bambu tersebut.

Hampir semua pedagang sayuran di Pasar Atas Baru menjual bawang putih dengan harga Rp 60 ribu/kg, yang mengalami kenaikan sejak beberapa minggu terakhir ini.

Kenaikan juga terjadi pada bawang bombay, yang asalnya dijual dengan harga  Rp 30 ribu/kg menjadi Rp 48 ribu/kg. Sedangkan harga bawang merah mengalami penurunan, dari Rp 40 ribu/kg menjadi Rp 30 ribu/kg. 

Sementara harga beberapa jenis cabai cenderung stabil, cabai merah tanjung Rp 75 ribu/kg, cabai merah biasa Rp 60 ribu/kg, cabai rawit merah Rp 80 ribu/kg, dan cabe rawit hijau Rp 30 ribu/kg.

"Ya rata-rata bawang putih disini dijual dengan harga Rp 60 ribu/kg. Naik sejak beberapa minggu ini. Biasanya mereka jual antara Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu/kg," ujar Suryana, Kepala Pasar Atas.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperin Kota Cimahi, Teja Dahliawati mengakui ada kenaikan harga komoditas bawang putih. Namun untuk penyebab pastinya, pihaknya sedang menganalisinya.

"Dari hasil cek lapangan, untuk kenaikan harga salah satunya di picu oleh pasokan yang kurang," terangnya.

Dijelaskan Teja, langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihaknya yakni berkoordinasi dengan satgas pangan, baik Polres Cimahi maupun Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).

Terkait dengan pernyataan sejumlah pedagang soal penyebab kenaikan harga bawang putih ada hubungannya dengan virus Corona yang sedang mewabah di China, Teja mengaku pihaknya belum memiliki data yang valid terkait hal itu.

"Disamping itu untuk impor bawang putih sebetulnya tidak hanya dari China,  ada dari Malaysia, dan daerah-daerah di Indonesia. Saat ini Pemprov Jabar akan coba memaksimalkan pasokan bawang putih lokal," terangnya.

Nanah (60), seorang pedagang sayuran di Pasar Atas mengatakan, sudah hampir sebulan terakhir ini harga bawang putih mengalami kenaikan.

"Biasanya saya jual Rp 30 ribu/kg, sekarang 60 ribu/kg. Dua kali lipat naiknya. Penyebabnya karena mewabahnya virus corona, karena kan bawang putih impor dari Cina," ungkapnya.

Akibat melambungnya harga, penjualan bawang putih pun menjadi sepi. "Biasanya stok 2 kilogram bisa habis dalam sehari. Begitu harga naik, 2 kilogram habisnya bisa sampai tiga hari. Karena yang biasa beli 1 kilogram, sekarang dikurangi jadi seperempat," kata Nanah.