UPTD Air Minum Cimahi Sah jadi BLUD, ini Keuntungannya!
Limawaktu.id - Guna meningkatkan pelayanan, status pengelolaan air bersih milik Pemkot Cimahi naik dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Air Minum.
"Proses penilaian, tahapan untuk BLUD sudah ditempuh dan penetapannya sebetulnya sudah per 30 Desember 2019," ungkap Kepala UPTD Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Dede M Asrori saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (23/1/2019).
Meski sudah jadi BLUD, jelas dia, namun secara operasional tahun ini tetap menggunakan Peraturan Wali Kota (Perwal) UPTD Air Minum. Sebab, untuk biaya operasional tahun 2020 sudah dianggarakan dalam APBD.
Kemungkinan pengelolaan menjadi BLUD baru akan diterapkan November mendatang ketika memasuki anggaran perubahan. "Paling nanti dirubah saat anggaran perubahan sekitar bulan November. Jadi kita menunggu sampai November untuk sepenuhnya melaksanakan BLUD," jelas Dede.
Untuk sementara ini, kata dia, pihaknya akan mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi sebagai aturan BLUD baru. Seperti Perwal Pola Tata Kelola, Standar Pelayanan Minimal (SPM), rencana strategin hingga pengelolaan SDM.
"Iya jadi sampai November mudah-mudahan aturan itu sudah beres," ucap Dede.
Ia menjelaskan, ada perbedaan mencolok antara status UPDT dengan BLUD. Dimana sejak unit air minum itu beroperasi, semua biaya operasional seperti pemeliharaan dan gaji pegawai dibebankan kepada APBD. Termasuk pendapatan dari pelanggan pun semuanya masuk kas daerah.
Ketika operasionalnya sudah menjadi BLUD, maka unit Air Minum itu akan mandiri dari sisi anggaran dan pengelolaan. Semua biaya pemeliharaan hingga pendapatan akan dikelola sendiri.
"Nanti kalau BLUD pendapatan kita kelola sendiri untuk kebutuhan operasional," ujarnya.
UPTD Air Minum sendiri saat ini melayani sekitar 4.300 pelanggan khusus di wilayah Karangmekar dan Cigugur Tengah. Ribuan pelanggan itu mendapat pasokan air bersih dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang terletak di Kompleks Pemkot Cimahi.
Jumlah pelanggan yang dipasok dari SPAM milik Pemkot Cimahi itu kemungkinan masih bisa bertambah jika melihat kapasitas sumber air baku dan kapasitas produksi airnya yang mencapai 50 liter per detik.
"Pelanggan saat ini masih bisa nambah. Produksi kita masih tidak kekurangan baik air bakunya maupun produksinya jadi ke pelanggan masih full tidak digilir," pungkasnya.