Senin, 28 Juli 2025 14:58

Universitas Pasundan Bandung Edukasi Pencegahan Stunting

Universitas Pasundan Bandung melaksanakan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) di Posyandu RW 14 Desa Sukamenak Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu [Istimewa]

Limawaktu.id, Kabupaten Bandung –  Dengan adanya kasus stunting yang belum tuntas dan terus tersebar di lingkungan masyarakat, Universitas Pasundan Bandung ikut terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam membantu menekan angka stunting, khususnya di Kabupaten Bandung.

“Kami dari Unpas merasa perlu memberikan edukasi dan bimbingan bagi para orang tua tentang dampak buruk stunting, “ Ungkap  Prof Dr. Iwan Satibi,  Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pasundan, di Kantornya, Jalan Sumatera  41 Bandung, Senin, 28 Juli 2025.

Menurut Iwan Satibi, stunting memiliki dampak buruk yang membuat tumbuh kembang anak terhambat dan daya ingat anak rendah, tubuh tidak berkembang dengan baik dan adanya keterbatasan dalam berpikir. Karenanya  Universitas Pasundan sangat berkomitmen untuk mencegah stunting dengan melaksanakan berbagai kegiatan memfokuskan  pada pencegahan stunting.

“Kami sudah melaksanakan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) di Posyandu RW 14 Desa Sukamenak Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu,” kata Iwan Satibi.

Dia menjelaskan, Keikutsertaan Unpas Bandung dalam penanganan stunting ini merupakan  bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membantu masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung.

Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Administrasi Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan  terdiri dari Prof Dr. Iwan Satibi, Dr. Endah Marlovia dan Muhammad Farhan Akbar Maulana pelaksana mahasiswa telah melaksanakan  Pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan stunting pada kelompok masyarakat RW 14 Desa Sukamenak Kabupaten Bandung.

“Sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya mencegah dan menanggulangi potensi terjangkitnya stunting pada pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini,pada kegiatan itu juga ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berisi pisang , puding susu dan telur rebus kepada 61 orang peserta yang hadir,” pungkasnya.