Unik! Sumur di Tengah Sawah yang Tak Pernah Surut
Limawaktu.id - Wilayah Kampung Gunung Sanggar, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan kawasan yang didominasi area pesawahan milik warga. Uniknya, ditengah-tengah sawah terdapat sebuah sumur yang airnya tidak pernah surut meski kemarau panjang terjadi sejak lima bulan lalu. Sumur tersebut dinamakan oleh warga 'Caimahi' yang artinya air yang mencukupi.
Menurut cerita warga, sumur dengan kedalan sekitar 30 meter itu mulai dibangun pada tahun 1989, dan sampai saat ini masih menjadi sumber air utama warga. Terutama dimusim kemarau seperti sekarang. Junaedi (50), warga RT 02/RW 01, Kampung Gunung Sanggar, mengatakan setiap hari sumur tersebut selalu menyediakan kebutuhan air bagi kehidupan warga sekitar.
"Semua warga ambil air dari sumur ini, alhamdulillah airnya selalu ada meskipun kemarau. Padahal sumber air warga yang pakai jetpam sekarang sudah kering," ujar Junaedi saat ditemui, Sabtu (5/10/2019). Menurutnya, sumur tersebut akan mengisi air setiap 10 menit jika airnya habis. Air yang mengisi sumur berasal dari dinding-dinding sumur yang dilapisi bata merah.
"Kalau lagi ambil air terus kerasa ember timbanya sudah sampai dasar, didiamkan dulu sama warga biar sumurnya ngisi air dulu. Baru ditimba lagi, paling 10 menit kering terus airnya ada lagi," katanya. Sukaesih (35) warga lainnya, mengaku sangat mengandalkan air dari sumur tersebut untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Meskipun jarak dari rumahnya ke sumur kurang lebih 1 kilometer namun tetap ditempuh.
"Kalau engga dari sumur itu saya mau ambil air darimana lagi, enggak ada sumber lain. Kalau saya kemarau atau musim hujan pasti ambil air dari sini," ujarnya. Warga sendiri sempat dibuatkan sumur menggunakan jetpam dari pemerintah, namun hanya bisa berfungsi selama 3 karena permasalahan kelistrikan.
"Saya sendiri sudah keluar uang sampai Rp 800 ribu untuk beli pipa paralon, nanti nyambung saluran dari sumur jetpam ke rumah. Tapi malah mesinnya engga nyala, jadi percuma beli pipa juga, tetap ngambil lagi ke sumur," jelasnya.
Keberadaan sumur yang airnya bisa langsung diminum tanpa dimasak itu saat ini terancam karena keberadaan proyek pembangunan perumahan di sekitarnya. "Kemungkinan bisa diurug (ditimbun) sama yang punya proyek perumahan. Tapi sudah ada rencana penggantian, nanti dibikinkan sumur jetpam di setiap rt sama pengembangnya," kata Nanang, Ketua RW 01.