Ulama dan Umaro Ikrar Deklarasi Cimahi Damai
Limawaktu.id, Kota Cimahi – Ulama dan Umaro di Kota Cimahi melakukan pertemuan silaturahim dan pembacaan Deklarasi Cimahi Damai menyusul gelombang aksi unjukrasa yang dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.
Dalam Ikrar yang dibacakan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi, H. Yana Permana, dan diucap ulang oleh seluruh elemen yang hadir.
“Kami masyarakat Kota Cimahi dengan penuh kesadaran dan tekad, bersama menyatakan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu, menjaga ketentraman, persaudaraan dan kedamaian di Kota Cimahi,” tegas Yana.
Dalam ikrar, hadirin dengan tegas menolak segala bentuk anarkisme dan provokasi yang merugikan serta mengganggu ketertiban dan keharmonisan masyarakat Kota Cimahi. Mereka juga berkomitmen mewujudkan Kota Cimahi yang aman damai, harmonis, dan penuh rasa persaudaraan.
“Kota Cimahi, adalah milik kita bersama, dan karena itu, mari kita jaga serta rawat dengan sepenuh hati, dan kebersamaan. Demi Kota Cimahi yang lebih baik, damai dan sejahtera, kami berdiri teguh, dalam komitmen ini,” kata Yana.
Ikrar daru tokoh agama, serta elemen masyarakat lain dilakukan dalam rangka memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga kondusivitas di tengah situasi nasional yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
Aksi unjuk rasa merupakan bagian dari kebebasan berserikat dan berkumpul serta mengutarakan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang. Meski begitu, situasi yang terjadi mengharuskan semua pihak untuk mengambil sikap agar semangat aspirasi masyarakat tersalurkan secara bijaksana, tanpa menimbulkan gesekan atau perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pertemuan kita hari ini menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang bagi kita untuk memperkuat komunikasi, mempererat rasa persaudaraan, serta membangun sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh unsur yang ada di Kota Cimahi.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat dapat ditampung dan ditindaklanjuti dengan mekanisme yang tepat, terbuka, dan bermartabat,” ujar Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira.