Senin, 20 Januari 2020 10:16

Transportasi yang Melintas di Cimahi Bakal Dikaji lagi, Apakah Monorail atau LRT?

ilustrasi monorel [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Pemprov Jabar masih memikirkan berbagai jenis transportasi yang cocok dan realistis untuk diterapkan di wilayah Bandung Raya. Termasuk yang melintasi Kota Cimahi.

Sebab, dari wacana yang sebelumnya diumbar seperti monorail hingga Light Transit Rail (LRT) belum menemukan titik temunya. Informasi terbaru, pihak World Bank bakal melakukan studi khusus soal transportasi yang cocok untuk kawasan Bandung Raya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan Fisik pada Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Febri Widyatmoko saat dihubungi, Minggu (19/1/2020). Hal itu diketahuinya dari hasil rapat terakhir bersama Pemprov Jabar.

"World Bank melirik untuk melakukan studi transportasi mana yang cocok. Karena wacana selama ini kan Monorail, Cable Car, LRT. Macam-macam," ungkap Febri.

Menurut Febri, kemungkinan hasil studi dari World Bank nanti tidak akan merubah rencana sebelumnya yang sudah dibahas bersama Pemprov Jabar. Sebab sebelumnya memang sudah dilakukan juga studinya.

"Kayanya gak merubah tapi lebih memastikan apa yang lebih cocok. Studi banyak sekali dari provinsi, dari World Bank akan memberikan rekomendasi," jelasnya.

Transportasi massal seperti LRT sendiri sudah menjadi wacana untuk diterapkan Bandung Raya. Salah satunya untuk menunjang keberadaan trayek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kota Cimahi menjadi salah satu wilayah yang terlintasi.

Berdasarkan hasil rapat sebelumnya ditahun 2019, sistem transportasi massal berupa pembangunan LRT Bandung Raya Koridor Barat-Timur akan dimulai dari Leuwipanjang-Cimahi- Padalarang-Ciburuy dengan total panjangnya mencapai 20,12 kilometer

Trayek monorel LRT khusus di Kota Cimahi akan melintas sepanjang Jalan Amir Mahmud, mulai dari Cibeureum - Cimindi sampai dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hasil study trase sebelumnya juga muncul usulan tujuh segmen untuk untuk menunjang transportasi massal LRT Bandung Raya. Segmen I adalah Leuwipanjang - Caringin -Pasirkoja, segmen 2 Pasirkoja - Cibeureum.

Segmen 3 Rajawali - Cimindi, segmen 4 Cimindi - Cibabat, segmen 5 Cihanjuang-Alun-alum Cimahi, segmen 6 Cimahi - Kota Baru Parahyangan dan segmen 7 Padalarang - Ciburuy. Khusus di Kota Cimahi, stasiun monorel itu akan dibangun di lima lokasi berbeda. Yakni di Cimindi, Cibabat, Cihanjuang, Alun-alun Cimahi dan Sangkuriang.

Untuk mendukung kebijakan Pemprov Jabar itu, terang Febri, pihaknya sudah memasukan trase transportasi masal itu ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cimahi saat ini tengah direvisi.

"Kita mendukung kebijakan dari provinsi. Ada 5 titik yang akan kita akomodir revisi RTRW. Titik-titik sudah ditetaokan, kita harus mendukung apalagi Cimahi ini lintasan," sebutnya.

Febri melanjutkan, sebagai wilayah yang akan terlintasi transportasi massal, pihaknya akan menunggu dan mengikuti keputusan dari Pemprov Jabar. "Kayanya masih lama. Minimal 2020 ini memastikan. Setelah fiks pertama bikin DED, FS," pungkasnya.