Jumat, 15 Mei 2026 22:08

TOSTILAS, Dari Jualan Online Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

Limawaktu.id, Kota Bandung - Berawal dari kecintaan terhadap budaya Sunda dan minat pada barang-barang vintage, toko second dan vintage Tos Tilas kini berkembang menjadi salah satu pelaku usaha fashion preloved yang memiliki pasar hingga luar negeri. Sang owner, Rais Maulana, mengungkapkan filosofi di balik nama “Tos Tilas” yang sarat makna lokal.

“Basicnya kan Sunda, jadi saya ingin ada unsur Sunda juga di nama toko. Kata ‘Tos’ artinya sudah, sedangkan ‘Tilas’ itu bekas. Jadi Tos Tilas punya arti barang yang sudah dipakai atau barang bekas,” ujar Rais, kepada Limawaktu.id, di lokasi tokonya, Jalan Sersan Bajuri Nomor 29 B Belakang,Via Cilimus  RT 01 RW 04  Kelurahan Isola Kecamatan Sukasari Kota Bandung, Jum’at, 15 Mei 2026.

Menurut Rais, Usaha tersebut sebenarnya sudah dirintis sejak 2019. Namun pada awalnya, Tos Tilas hanya beroperasi secara online. Seiring meningkatnya minat pasar terhadap fashion vintage dan barang second original, Tos Tilas akhirnya membuka toko offline pada 2023.

“Respon konsumen cukup positif karena banyak pembeli mencari barang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Kadang pembeli mencari barang bagus tapi harga lebih murah. Di sini kita hadirkan barang dengan kondisi bagus, original, tapi harganya tetap lebih rendah dibanding toko biasa,” katanya.

Dia menjelaskan, tak hanya melayani pasar domestik, Tos Tilas juga pernah mengirimkan produk ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Sementara untuk pengiriman dalam negeri, pesanan datang dari berbagai daerah mulai dari Sumatera hingga Kalimantan.

Keunikan Tos Tilas bukan sekadar menjual barang second biasa. Rais menuturkan, sebagian besar koleksi yang dijual merupakan barang vintage yang memiliki nilai sejarah tersendiri.

“Setiap barang di sini punya cerita. Pernah ada jaket perang asli tahun 1965. Jadi bukan hanya pakaian biasa, tapi ada historical-nya sendiri. Itu yang bikin menarik, baik buat seller maupun customer,” ungkapnya.

Meski identik dengan barang second, kini Tos Tilas juga mulai menghadirkan produk baru untuk menyesuaikan kebutuhan pasar. Konsumen yang datang pun didominasi anak muda, meski tidak sedikit pelanggan dewasa dan keluarga yang turut berburu koleksi vintage di toko tersebut.

Rais menyebut, saat ini minat masyarakat untuk datang langsung ke toko cukup tinggi. Namun karena basis usaha sejak awal adalah online, transaksi digital masih menjadi penyumbang terbesar penjualan.

“ Tos Tilas buka setiap hari, mulai Senin hingga Minggu, pukul 11.00 hingga 19.00 WIB,” sebutnya.

Untuk mendapatkan koleksi unik, Tos Tilas berburu barang secara satuan, termasuk dari Jepang dan Singapura yang dikenal sebagai “surga” fashion vintage. Selain itu, Tos Tilas juga menerima barang dari pelanggan yang ingin menjual kembali koleksi pribadi mereka.

 “Kalau ada customer yang punya sepatu atau jaket yang sudah tidak dipakai, daripada disimpan lama, kita terima. Nanti kita nilai kondisinya. Kalau tidak cocok untuk beli putus, biasanya kita tawarkan sistem titip jual,” paparnya.

Dengan konsep yang memadukan budaya, sejarah, dan gaya hidup modern, Tos Tilas kini tidak hanya menjadi toko barang second, tetapi juga ruang bagi para pecinta fashion vintage untuk menemukan barang yang memiliki cerita dan karakter tersendiri.