Tokoh Masyarakat Cipongkor Ajak Warga Sampaikan Aspirasi Secara Santun
Limawaktu.id, BANDUNG BARAT – Tokoh masyarakat Kecamatan Cipongkor, Haris Forsa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan etika dan kesantunan dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab demi menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Haris menegaskan bahwa kritik, saran, maupun masukan kepada pemerintah merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Namun, penyampaiannya harus didasarkan pada fakta, disampaikan dengan bahasa yang santun, serta mengutamakan dialog dan musyawarah.
"Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Tetapi kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika, menghormati orang lain, dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Aspirasi yang disampaikan secara santun justru akan lebih mudah diterima dan ditindaklanjuti," ujar Haris Forsa, Jumat (17/7/2026).
Ia mengatakan, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Justru dari berbagai pandangan tersebut dapat lahir solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat apabila disampaikan melalui mekanisme yang baik.
Menurut Haris, masyarakat perlu menghindari penyampaian aspirasi yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan. Sebaliknya, budaya dialog harus terus diperkuat agar hubungan antara masyarakat dan pemerintah tetap harmonis.
"Jangan sampai perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan. Demokrasi mengajarkan kita untuk saling menghormati. Kritik boleh disampaikan, tetapi jangan sampai menghilangkan adab dan rasa saling menghargai," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan masukan yang konstruktif. Karena itu, setiap aspirasi hendaknya diarahkan untuk mencari solusi, bukan sekadar melampiaskan emosi.
Haris berharap masyarakat Cipongkor terus menjaga budaya gotong royong, kebersamaan, dan komunikasi yang sehat sebagai modal utama dalam membangun Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju.
"Aspirasi yang beretika bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan kedewasaan dalam berdemokrasi. Mari kita bersuara dengan santun, berpikir jernih, dan bersama-sama membangun daerah demi kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.