Rabu, 30 Oktober 2019 15:15

Titik-titik Waspada Banjir Bandang di KBB

Ilustrasi Banjir Bandang Net [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mewaspadai potensi banjir bandang saat memasuki musim hujan. Berdasarkan data BPBD KBB, pada musim hujan tahun lalu sejumlah wilayah di KBB kerap diterjang banjir bandang seperti di wilayah Utara yakni Kecamatan Lembang tepatnya di dekat Pasar Panorama dan Kecamatan Cisarua di depan SPN Polda Jawa Barat.

Sementara untuk di wilayah selatan, banjir bandang kerap terjadi di daerah Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Gunung Halu, sehingga BPBD saat sudah melakukan persiapan untuk menangani banjir bandang di tempat wilayah tersebut.

"Kalau musim di KBB biasanya ada banjir bandang di sejumlah wilayah, tapi hanya sesaat ketika turun hujan besar saja," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Dicky Maulana di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (30/10/2019).

Ia mengatakan, terjadinya banjir bandang tersebut karena banyak saluran air atau drainase yang tersumbat sampah, ditambah ada longsoran kecil yang menyebabkan adanya air bercampur lumpur. Atas hal tersebut, lanjut Dicky, biasanya air meluap ke bahu jalan karena tidak tertampung pada drainase di sejumlah wilayah itu, sehingga pihak akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Untuk penanganannya kami turun ke lapangan untuk mencari penyebab banjir, lalu berkoordinasi dengan DLH untuk sampah dan PUPR untuk masalah drainase," ujarnya Dicky. Selain itu, kata dia, pihaknya juga kerap melakukan evakuasi warga ketika terjadi banjir bandang tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada korban jiwa mapaun luka-luka.

"Pada tahun lalu terjadi banjir bandang di depan SPN, selain melakukan penanganan banjirnya, kami juga disana melakukan evakuasi warga," ucapnya. Ia mengatakan, drainase yang biasa menyebabkan banjir tidak semuanya kewenangan Pemkab Bandung Barat, tetapi ada drainase yang kewenangan Pemprov Jabar, sehingga pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Pemrov Jabar.