The Java Band Project, Band Reguler di Warung Kopi Java Bali
Limawaktu.id, Kota Bandung - Mengelola sebuah kafe adalah langkah yang menarik bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia kuliner, terutama di tahun 2025 yang penuh dengan peluang dan tren baru. Namun tak hanya menyajikan menu minuman dan makanan, tren yang terjadi adalah bagaimana memadukan kafe dengan konsep hiburan terutama dengan musik.
Nah, di Kota Bandung, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso Nomor 41, ada tempat ngopi sekaligus menikmati sajian musik berbagai genre, untuk melepas lelah disela kepenatan sehabis menjalankan aktivitas rutin anda.
Nama Kafe atau lebih akrab disebut Warung Kopi Java Bali Stoner Partershif ini sekaligu menjadi sekretariat dan tempat berkumpul para musisi yang ikut tergabung dengan Harmonia, sebuah organisasi atau Himpunan Apresiator Royalti Artis, Musisi, Pencipta Lagu maupun Industri Entertaint di Indonesia yang terbentuk di Kota Bandung, belum lama ini.
Disekretariat Harmonia yang diketuai oleh Rismanto Lumban Tobing ini, saban Selasa sore, para artis, musisi dan penyani berkumpul untuk saling mengenal sekaligus jamming unjuk kabisanya bermain musik.
“ Difasilitasi jadi members di Java Bali Café ini kami akan menjadi band reguler,” ungkap Iwank, salah seorang personil The Java Band Project, disela perform di acara Welcoming The Anniversarry of Java Bali Stoner Partership, di Warung Kopi Java Bali, Jalan Brigjen Katamso 41 Bandung, Selasa, 25 November 2025.
Menurut Iwank, The Java Bali Band Project digawangi Toni (Keyboard), Rudi (bass), Bebey (vocal), dan Iwank di Drum. Sebelumnya mereka bermain disejumlah café dan even even komunitas.
“D Java Bali ini kita lebih mengedepankan silaturahmi dengan para pemain band dan para musisi untuk meningkatkan kebersamaan dan menjadi ajang reuni antara sesama teman yang jarang ketemu umtuk kembali bertemu,” katanya.
Harapannya, Java Bali ini akan bertambah maju dan sukses untuk pak Rismanto dan keluarganya, untuk Harmonia juga yang menaungi para musisi agar bisa mencapai kemajuan.
“Kami berharap Harmonia bisa menampung para musisi untuk lebih berkembang lagi,” harapnya.
Diberitakan Limawaktu.id sebelumnya, sebuah organisasi profesi dan komersil yang dinamakan HARMONIA dideklarasikan oleh Empat orang pendiri yaitu Edha Marseda SH, MH, sebagai Ketua Dewan Pengawas, Dr. Drs. Rismanto Tobing,SH,MH sebagai Ketua Umum, Erni Rosidah SH, MH sebagai Bendahara Umum dan Dewi Rosdiani,SH,MH sebagai Sekretaris Jenderal dan Ketua Afdvokasi. HARMONIA merupakan Himpunan Apresiator Royalti Artis, Musisi, Pencipta Lagu maupun Industri Entertaint di Indonesia yang terbentuk di Kota Bandung.
Nantinya, Harmonia akan menjadi mitra pemerintah, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghimpun royalti dari para wajib pembayar royalti , seperti café atau penyelenggara hiburan.
“Kami akan edukasi dan advokasi supaya mereka taat pada hukum dalam penghimpunan dan penyaluran royalti, “ kata Rismanto saat deklarasi.
Tak hanya itu Harmonia juga akan melakukan pemantauan supaya royalty yang dibayarkan menjadi tepat sasaran kepada mereka mereka yang berhak menerimanya,” katanya.
HARMONIA yang secara remi dideklarasikan pada 18 November 2025 tepatnya pukul 18.19 WIB di Hotel Horison Bandung ini mengajak kepada seluruh artis musisi, maupun pencipta lagu dan pelaku indutri entertaint untuk ikut bergabung.