Kamis, 25 Juli 2019 18:51

Terlanjur Dijual, Presiden Jokowi Gagal Miliki Sapi Asal Lembang

Sapi milik Ana Gugum (39) peternak asal Kampung Sukamaju, RT 01/4, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diberinama 'Raja'. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Keinginan Presiden RI, Joko Widodo untuk membeli sapi kurban jenis simmental seberat 900 kilogram (kg) milik Ana Gugum (39) harus kandas.

Sebab, milik peternak asal Kampung Sukamaju, RT 01/4, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diberinama 'Raja' itu sudah dijual kepada orang lain.

Saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/7/2019, Gugum membenarkan hal tersebut. Ia mengaku sapi yang yang akan disembelih saat Idul Adha itu akan dibeli presiden melalui Dinas Peternakan (Disnakan) KBB yang memang mengetahui dia memiliki sapi yang besar.

"Awalnya saya mengikuti kontes (sapi), setelah beberapa hari didatangin orang Disnakan KBB yang akan membeli sapi untuk presiden, tapi sudah dijual ke orang lain," ujar Ana.

Ana Gugum mengatakan, sapi miliknya itu sudah terjual seharga Rp 65 juta. Padahal, Disnakan KBB sudah membuka penawaran harga sebesar Rp 90 juta untuk kurban orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Jadi saya gak bisa memberikan karena harganya sudah deal, tinggal pelunasan dengan yang lain," katanya.

Ia mengatakan sapi berusia 2,5 tahun ini awalnya berasal dari Kediri, kemudian dirawat selama satu tahun hingga akhirnya memiliki daya jual yang cukup tinggi untuk seekor sapi potong.

"Perawatannya juga tidak mudah, saya kasih konsentrat, ampas kadang dikasih juga jerami. Tapi untuk jerami sekarang sulit karena musim kemarau," jelas Gugum.

Terpisah, Kepala Seksi Kelembagaan Kesehatan dan Perlindungan Hewan, Disnakan KBB, Slamet Wahjoeningrat membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya hanya memberikan rekomendasi terkait sapi tersebut.

"Betul untuk kebutuhan kurban presiden, tapi tidak jadi karena sudah ada yang membeli. Proses pencarian sapi juga terus dilakukan dan mendapatkan pendampingan dari Kepala UPT Puskeswan dan Lab KBB," terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya ingin merekomendasikan sapi terbaik untuk Presiden Joko Widodo dengan cara melakukan tes kesehatan dan fisik terlebih dahulu agar benar-benar laik untuk dijadikan hewan kurban