Telkom University Kenalkan Teknologi 3D Pen untuk Pembelajaran Geometri di TK Tutuka Cimahi
Limawaktu.id, CIMAHI – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi mulai diperkenalkan kepada anak usia dini melalui pemanfaatan 3D pen sebagai media pembelajaran seni rupa dan pengenalan bentuk geometri. Program tersebut digelar dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Program Studi S1 Artpreneurship Telkom University di TK Tutuka Cimahi, belum lama ini.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan media pembelajaran analog sehingga proses belajar menjadi lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Program dipimpin oleh Cucu Retno Yuningsih, S.Sn., M.Pd. bersama Dr. Ranti Rachmawanti, M.Hum. dan Dr. Ira Wirasari, M.Ds., serta melibatkan tiga mahasiswa Program Studi S1 Artpreneurship Telkom University. Seluruh guru dan siswa TK Tutuka Cimahi mengikuti pelatihan, pendampingan, hingga praktik langsung menggunakan 3D pen.
Ketua tim pengabdian, Cucu Retno Yuningsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Telkom University dalam mendukung transformasi pembelajaran di pendidikan anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi yang aplikatif.
"Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin menghadirkan inovasi pembelajaran yang mudah diterapkan oleh guru. Teknologi 3D pen tidak hanya menjadi media berkarya seni, tetapi juga membantu anak memahami konsep bentuk geometri secara konkret melalui pengalaman belajar yang menyenangkan," katanya, Rabu, 1 Juli 2026.
Dia menjelaskan, Pelatihan mencakup pengenalan teknologi 3D pen, prosedur keselamatan penggunaan alat, demonstrasi pembuatan berbagai bentuk geometri, hingga strategi mengintegrasikan media tersebut ke dalam rencana pembelajaran tematik. Guru kemudian didampingi membuat berbagai bentuk seperti lingkaran, persegi, segitiga, dan objek tiga dimensi lain yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar di kelas.
Tim pengabdian menilai penggunaan 3D pen mampu menghubungkan aktivitas seni dengan penguatan konsep matematika dasar. Anak tidak hanya mengenal bentuk melalui gambar dua dimensi, tetapi juga dapat melihat, menyentuh, dan memahami bentuk tiga dimensi secara langsung.
Dr. Ira Wirasari menjelaskan bahwa integrasi seni dan teknologi menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini.
"Melalui media 3D pen, anak dapat belajar mengenali bentuk, ruang, tekstur, dan struktur secara lebih nyata. Aktivitas ini sekaligus mengembangkan kemampuan motorik halus, pemahaman spasial, kreativitas, serta keberanian bereksplorasi melalui proses berkarya seni," jelasnya.
Sementara itu, Dr. Ranti Rachmawanti menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap berorientasi pada kebutuhan anak usia dini.
"Teknologi bukan tujuan utama, melainkan sarana untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Guru tetap berperan sebagai fasilitator yang mengemas aktivitas bermain, bereksplorasi, dan berkreasi sehingga anak memperoleh pengalaman belajar yang utuh," tegasnya.
Pelatihan mendapat respons positif dari para guru TK Tutuka Cimahi. Mereka menilai penggunaan 3D pen menghadirkan alternatif media pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan antusiasme anak dalam mengenal bentuk geometri.
Melalui program pengabdian ini, Program Studi S1 Artpreneurship Telkom University berharap kolaborasi dengan sekolah dapat terus berlanjut guna memperkuat kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi sederhana sebagai media pembelajaran yang inovatif, tanpa meninggalkan prinsip pendidikan anak usia dini yang menekankan bermain, eksplorasi, pengalaman langsung, dan pembelajaran yang menyenangkan.