Sabtu, 27 Juli 2019 13:15

Tangkuban Parahu Ditutup, Wisatawan Asal Klaten Kecewa

Wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah saat ditemui di pintu masuk Tangkuban Parahu, Sabtu (27/7/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Hingga Sabtu (27/7/2019) pagi, objek wisata Tangkuban Parahu belum bisa diakses para pengunjung maupun pedagang pasca erupsi yang terjadi pada Jumat (27/7/2019).

Belum dibukanya akses menuju beberapa kawah di objek wisata yang terletak di perbatasan Lembang-Subang, Jawa Barat itu membuat wisatawan kecewa.

Seperti yang dialami Sri Supriani (55), wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah. Ia mengaku sudah merencanakan berkunjung ke Tangkuban Parahu sejak tiga bulan lalu.

"Iya taunya ada erupsi itu pas kemarin diperjalanan. Karena nanggung, iya udah terusin aja ke sini," ujarnya saat ditemui di pintu masuk Tangkuban Parahu, Sabtu (27/7/2019).

 Aktifitas terkini kawah Tangkuban Parahu.

Ia dan mengaku kecewa dengan ditutupnya akses menuju Gunung Tangkuban Parahu. Dengan ditutup sementara, maka ia dan 7 anggota keluarga lainnya terpaksa mengalihkan ke objek wisata lain.

"Tapi mau bagaimana lagi, kan udah kejadian," tuturnya. 

Seperti yang terpantau pada Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 09.25 WIB di Pos Pemantauan Tangkuban Parahu. Aktifitas yang terekam seismograf terlihat mengalami penurunan dari semalam.

"Ini masih terekam tremor (getaran) terus menerus tapi intensitasnya lebih menurun. Semalam itu 15-30 milimeter, sekarang 1,5-2 milimeter," terang Pengamat Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendri Deratama.

 Aktifitas terkini kawah Tangkuban Parahu.

Kondisi pemantauan terbaru itu, jarak radius manusia dengan kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu itu 500 meter. Berbeda jauh dari pemantauan semalam, yang mencapai 2 kilometer.

"Statusnya normal. Kalau menutup bukan kewenangan kita. Kita hanya rekomendasi 500 meter dari bibir kawah," ujarnya.

Seperti diketahui, Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi pada Jumat (26/7/2019) sekitar pukul 15.48 WIB. Terjadi letupan di Kawah Ratu yang menyebabkan terjadinya keluarnya material erupsi. 

Berita Terkait