Tangkuban Parahu Ditutup, Pedagang Gigit Jari
Limawaktu.id - Ribuan pedagang di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu dipastikan libur berjualan. Sebab, wisata yang terletak di perbatasan Lembang-Subang itu ditutup hingga Senin (29/7/2019).
Ade (43), pedagang bonsai di zona kawah Tangkuban Parahu terancam merugi hingga Rp 15 juta. Pasalnya, puluhan tanaman bonsai yang dijualnya tertinggal dan diselimuti abu vulkanik sisa erupsi yang terjadi pada Jumat (26/7/2019) sore.
"Ya kami merugi, tapi mau bagaimana lagi, kami pasrah saja. Mudah-mudahan tanaman tidak mati di atas sana, kami cari aman saja dulu," kata Ade saat ditemui di pintu masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu, Sabtu (27/7/2019).
Ishak Jeri (52), pedagang aksesoris, mengatakan, setiap bulan ia bisa menerima untung di atas Rp 3 juta. Perhari, ia bisa menerima omset Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu.
"Kalau akhir pekan bisa mencapai Rp 500 ribu," ujarnya.
Sebagian pedagang asongan, ujar Ishak, terpaksa harus berdagang di ruas wisata Lembang. "Ada yang ke Orchid, ada yang jualan di jalan. Kalau yang punya kios biasanya meliburkan diri, yang penting selamat dulu," ujar Ishak.
Pengelola TWA Tangkuban Parahu, Putra Kaban, mengatakan ada sekitar 1.080 warga sekitar yang berjualan di lokasi kawah. "Yang menggantungkan nasib bukan hanya karyawan, tapi juga pedagang," katanya.
"Dari segi ekonomi tentu kami merugi, kita bicara soal keselamatan. Karena keselamatan itu yang pertama, percuma jalan-jalan kalau tak selamat," katanya.