Tangkal Paham Radikalisme Sejak Akar, TNI AD Maksimalkan Peran Babinsa dan Danramil
Limawaktu.id,- Untuk menangkal paham radikalisme, jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan memaksimalkan peran Babinsa dan Danramil. Caranya, melalui pembinaan komunikasi sosial dan melalui kesadaran bela negara.
Hal tersebut dikatakan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Letjen TNI Tatang Sulaiman usai menghadiri 'Dies Natalies ke-28' Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Kota Cimahi, Selasa (15/5/2018).
Pola pembinaan sejak tingkat desa, lanjut Tatang, karena di lingkungan masyarakat itu ada yang memiliki paham yang aneh seperti adanya kelompok yang memiliki pemahaman radikalisme.
"Jadi masayarakat yang pahamnya aneh-aneh itu (radikalisme) harus dilakukan pembinaan supaya pahamnya itu tidak berkembang menjadi tindakan," katanya.
Selain itu, untuk untuk mengantisipasi maraknya paham radikalisme dan terorisme secara keseluruhan, TNI terus menyempurnakan doktrin TNI yang disebut Tri Dharma Eka Karma (Tridek).
Dalam penangkalan paham radikalisme melalui Tridek tersebut, jajaran TNI memiliki tiga tugas dan fungsinya, yang pertama fungsi penangkalan, penindakan dan fungsi pemulihan.
"Sebenarnya TNI AD memiliki struktur dan kemampuan yang mumpuni sehingga bisa melakukan penangkalan radikalisme. Digelarnya sampai ke Desa-Desa, karena paham radikalisme ada di Desa dan Kecamatan," ujar Tatang.
Sementara untuk menangkal radikalisme dilingkungan mahasiswa di kampus, lanjut Tatang, hal tersebut merupakan tugas rektorat. Sebab, universitas tugasnya tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang cerdas.
"Tetapi selain cerdas juga berkarakter, didalamnya harus memiliki integritas tinggi, kepatuhan dan itu merupakan tanggungjawab juga," tegasnya.
Menurut Tatang, untuk menghasilkan manusia unggul itu salah satunya, Universitas harus menghasilkan mahasiswa yang berbasis karakter.