Kamis, 2 Januari 2020 8:55

Tanggul Jebol Hingga Rendam Warganya, Aa Umbara:Kualitasnya Saya Enggak Paham!

Aa Umbara saat mengunjungi lokasi banjir Rabu (112020). [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengaku heran dengan kualitas tanggul di perbatasan RW 03 dengan RW 04 yang jebol karena dihantam air deras pada Selasa (31/12/2019) sore.

Akibat jebolnya tanggul irigasi tersebut, rumah warga Perumahan Cimareme Indah, Blok D RT 04/03, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah terendam banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter.

"Selama saya tinggal di Bandung Barat, belum pernah sekalipun banjir seperti ini. Jadi perumahan ini bisa banjir memang karena jebolnya tanggul. Saya juga tidak tahu tanggulnya dibangun Dinas PUPR atau developer, jadi kualitasnya saya enggak paham," kata Aa Umbara saat mengunjungi lokasi banjir, Rabu (1/1/2020).

tanggul di perbatasan RW 03 dengan RW 04 yang jebol karena dihantam air deras pada Selasa (31122019)

Dalam kesempatan tersebut, Aa Umbara Sutisna, memerintahkan Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB dan dinas teknis membuat tanggul sementara menggantikan tanggul yang jebol.

"Saya sudah cek ke lapangan barusan, memang dinding penahan air (tanggul) jebol. Jadi langsung saya perintahkan BPBD membuat tanggul sementara, yang penting kalau hujan air tidak langsung meluber ke jalan dan rumah warga," ujarnya.

Aa Umbara yang berkeliling ke rumah warga yang terdampak, mengatakan pihaknya segera mengirimkan logistik seperti makanan, pakaian, selimut, dan obat-obatan untuk warga yang mengungsi.

"Saya minta ke warga jangan dulu kembali ke rumah, bertahan dulu saja di pengungsian. Nanti kita kirim bantuan. Sekarang Kepala Desa Margajaya sedang pendataan secara menyuluruh, baik yang terdampak dan kebutuhannya," imbuhnya.

Ketua RT 04/03 Yayat menyebutkan, ada 150 rumah yang terdampak banjir bandang. Rumah mereka masih terendam lumpur, bahkan harus mengeluarkan semua peralatan rumah tangga seperti lemari, kursi dan alat elektronik yang lainnya.

"Dari 150 rumah yang terdampak banjir bandang, 8 rumah yang lainnya jebol," ujar Yayat.

Untuk sementara ini, kata dia, warga membutuhkan banyak air bersih untuk membersihkan lumpur di dalam dan diluar rumah mereka, tetapi yang paling penting warga akan membetulkan tanggul yang jebol.

"Karena saat ini masih terjadi hujan deras, kami khawatir ada banjir susulan yang airnya membawa lumpur dan sampah," katanya