Senin, 1 Juni 2020 13:35

Tak Mau Ambil Resiko, Pelajar di Bogor Masih Belajar di Rumah

Dua orang pelajar sedang belajar di Rumah [Net]

Bogor - Kepastian sistem protokol yang kuat di lingkungan pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Kota Bogor dalam mengaktifkan sekolah dimasa pandemi Covid-19. Selama protokol ini belum sempurna, tidak usah terburu-buru untuk memaksakan pada tanggal tertentu dibukanya kembali sekolah.

"Jadi tugas kita sekarang terus menyempurnakan sistem protokol baru ini. Ini tidak mudah karena kondisi dan latar belakang tiap sekolah berbeda-beda,” terang Bima, usai  pertemuan dengan sejumlah Stakeholders pendidikan di Kota Bogor.

Menurutnya, selama protokol baru ini belum maksimal, Pemkot Bogor tidak akan terpaku pada tanggal tertentu untuk memulai kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Saya kira ini penting, sekali lagi jangan mengambil risiko mempertaruhkan masa depan anak-anak kita semuanya, terlalu besar pertaruhannya. Kami akan terus berdiskusi dan mendengarkan saran dari semua. Komite sekolah, IDAI, Wandik, Psikolog, Kepala Sekolah, haus terus mengupdate,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa hari terakhir banyak sekali aspirasi yang masuk tentang kekhawatiran orangtua terkait masuk sekolah di tengah wabah.

“Kita semua bisa merasakan dan memahami. Saya kira jangan terburu-buru. Sektor pendidikan ini beda dengan ekonomi. Sekolah ini betul-betul masa depan anak-anak yang harus kita jaga. Terlalu banyak yang kita tidak ketahui tentang virus ini. Hari ini landai, minggu depan belum tentu. Di data kita juga anak-anak yang terpapar ada. Yang PDP dan ODP juga ada. Jadi risikonya terlalu besar dan kita harus berhati-hati sekali,” tandasnya.