Jumat, 23 Oktober 2026 21:16

Syaiful Huda : Tanpa PKB Ngatiyana TIdak Akan jadi Wali Kota Cimahi

Limawaktu.id- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat Syaiful Huda memberi target kepada pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Cimahi agar mampu meraih 7 kursi di DPRD Kota Cimahi, sehingga bisa menjadi Wakil Ketua DPRD.

Hal itu diungkapkan Syaiful Huda saat menghadiri Orientasi Politik PKB, Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kota Cimahi dan  Musyawarah Kerca Cabang (Mukercab) PKB Kota Cimahi, yang digelar di Gedung Twin Tulipware, Jalan Amir Machmud Kota Cimahi, Jum’at, 23 Oktober 2026.

Mneurut Syaiful Huda, Ketua DPC Dedi Ubes  Insya Allah bisa mewujudkan cita-cita tujuh kursi.

“Saya sampaikan ke Kang Ubes, kursinya kira-kira mau enam atau tujuh, semoga tujuh. Tapi yang paling penting adalah sudah waktunya PKB mendapatkan kursi  wakil ketua DPRD di KotaCimahi,” ungkap Syaiful Huda.

Menurut dia, saat melihat tayangan video capaian PKB Kota Cimahi, banyak program yang disampaikan, terakumulasi cukup besar, hampir delapan berhasilnya. Dirinya berharap program ini terus dilakukan terutama pelayanan publik kepada seluruh warga di Kota Cimahi.

“ Jadi, saya mohon ini bisa menjadi atensi terus-menerus kita. Nah video tadi itu saya lihat sampai akhir, ada yang tidak dimuat di video itu. Padahal ini legisnya, yaitu memenangkan wali kota Ngatiyana. Gak ada lagi di video. Saya gak tau sengaja dilupakan atau kenapa tapi yang pasti, yang pasti tanpa wasilah PKB Ngatiyana gak mungkin jadi wali kota,” kata Syaiful Huda.

Semnetara, Sekretaris Wilayah PKB Jawa Barat Acep Jamaludin mengatakan, PKB berhasil menempatkan kader-kadernya di eksekutif. Di Jawa Barat sendiri PKB berhasil menampatkan wali kota atau wakil wali kota di 7 kota yang ada di Jawa Barat.

“Memang yang menarik, PKB mampu menempatkan kadernya sebagai pejabat eksekutif di daerah-daerah perkotaan. Padahal dari perjalanan ke belakang, di daerah-daerah perkotaan PKB sangat minim. Tapi Alhamdulillah di tahun 2024, kursi PKB di perkotaan naik 120%. Malah kemudian mendapatkan kepala daerah di eksekutif. Contoh, Wakil Wali Kota Cirebon, wakil Wali Kota Banje,  Kemudian Wakil Wali Kota Bandung. Kemudian Wakil Wali Kota Depok.

Acep menjelaskan, di Kota Cimahi, pada 2024 PKB memenangkan pilkada dengan menempatkan Ngatiyana sebagai Wali Kota Cimahi. Tapi sesuai dengan dinamika, itu bergeser. Buat PKB, pergeseran dan perpindahan adalah hak politik dirinya. Dan tidak jadi persoalan.

“ Cuma saya menitip. Saya nitip senitip-nitipnya. Pak Ngatiana waktu itu kita pilih dan kita dorong menjadi wali kota. Dalam rangka melayani dan menjawab berbagai masalah yang ada di Kota Cimahi. Tentu masalah di Kota Cimahi sangat luar biasa banyaknya,” jelasnya.

Acep menyebutkan, beberapa petmasalahan yang ada di Cimahi yaitu angka kemiskinan, pengangguran, banjir, kemacetan, kebutuhan ruang terbuka hijau, kebutuhan permukiman, dan yang lain-lain. Tentu kebutuhan itu, masalah itu adalah masalah yang cukup pelik. Hampir dari wali kota ke wali kota cukup sulit menyelesaikannya. Karena keterbatasan anggaran dan yang lain-lain.

“Maka saya nitip Pak Ngatiana agar fokus untuk melayani masyarakat. Karena mandat sudah diserahkan kepada Pak Ngatiana sebagai wali kota. Jangan sia-siakan mandat. Apalagi terhambat oleh kerja-kerja di luar mandat rakyat. Untuk mensejatrakan rakyat Cimahi,” sebutnya.

Dikatakannya, sebentar lagi kita akan menghadapi musim hujan. Tentu seperti yang kita pahami menghadapi musim hujan, kita akan berhadapan dengan banjir di mana-mana. Oleh sebab itu sebelum melakukan apa-apa, Wali Kota Cimahi  sudah siap-siap menghadapi banjir di Kota Cimahi ketika musim hujan akan datang.