Rabu, 5 Agustus 2020 12:54

Sumber Air Bersih di Cimahi Bisa Turun 50% Saat Kemarau, Baca Imbauan Perumda Tirta Raharja Ini

beberapa warga saat mengisi Air Bersih. [Foto Istimewa]

Cimahi - Pelanggan air bersih Perumda Tirta Raharja di wilayah pelayanan utara, termasuk Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta untuk menghemat air bersih. Sebab ketika memasuki kemarau, penurunan sumber air dari wilayah utara dari Sungai Cimahi bisa menurun hingga 50 persen.

Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan Perumda Tirta Raharja, Sri Hartati mengungkapkan, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan akan terjadi mulai bulan Agustus 2020 di sebagian besar zona musim di Indonesia dan cenderung lebih basah (diatas normal) dari rata-rata tahun sebelumnya.

"Jadi pelanggan di wilayah utara disarankan untuk mulai melakukan antisipasi dengan menyediakan tempat penampungan air menjelang musim kemarau," kata Sri, Rabu (5/8/2020).

Di wilayah pelayanan utara, Perumda Tirta Raharja tercatat melayani 27.352 Sambungan Rumah (SR). Wilayah tersebut meliputi Kota Cimahi dan beberapa kecamatan di KBB, seperti Padalarang, Batujajar, Cililin, Cikalong Wetan, Lembang serta Cisarua.

Selain wilayah pelayanan utara, Perumda tersebut juga melayani 33.968 SR di wilayah selatan yang meliputi Kutawaringin, Soreang, Banjaran, Pangalengan dan Ciwidey. Dikatakan Sri, ketersediaan air baku untuk wilayah selatan di Kabupaten Bandung tersebut yang bersumber dari Sungai Cisangkuy mulai mengalami penurunan dan fluktuasi kapasitas.

"Untuk itu, dimohon kepada pelanggan di wilayah selatan agar mulai siap sedia menyiapkan penampung air yang cukup, khususnya untuk mengantisipasi ketidaktersediaan air minum di saat pengaliran dari perpipaan," imbuh Sri.

Sementara untuk pelayanan di wilayah timur Kabupaten Bandung yang meliputi Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Pacet, Dayeuhkolot, Majalaya, Rancaekek, Cicalengka dan Cileunyi yang mencapai 42.220 SR relatif masih stabil. Sumber air baku untuk pelayanan wilayah timur berasal dari hulu Sungai Citarum pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikoneng.

Namun untuk sementara ini, lanjut Sri, pendistribusian air minum kepada pelanggan di wilayah pelayanan Perumda Tirta Raharja masih relatif aman. Meski begitu, pihaknya tetap harus mengantisipasi musim kemarau. Seperti antisipasi pada sistem produksi, distribusi dan instrumen lainnya pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan melakukan pendistribusian.

"Dan pemeliharaan pada seluruh sistem produksi dan jaringan perpipaan secara periodik sebagai kegiatan rutin. Aktivitasnya pemeliharaan dan pemeriksaan teknis dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien dengan mematuhi protokol kesehatan," jelas Sri.

Kemudian bila kapasitas air nantinya mengalami penurunan ketika memasuki musim kemarau, pihaknya akan menyiapkan skema rekayasa jaringan pipa distribusi, monitoring tekanan air untuk menjaga kontinuitas pengaliran dan mobilisasi enam unit armada tangki secara gratis kepada pelanggan yang tidak mendapat air.

"Kita upayakan 103.539 pelanggan tetap dapat pasokan air bersih saat kemarau nanti," tandas Sri.