Sulap Limbah Kayu jadi Kapal Pinisi Jutaan Rupiah
Limawaktu.id - Memanfaatkan limbah menjadi barang ekonomis sepertinya tengah menjadi tren. Seperti yang ditekuni Puji Irwanto. Pria berusia 42 tahun ini menyulap limbah untuk membuat berbagai macam miniatur yang bernilai jutaan rupiah. Bertempat di Kampung Cibogo Sawo, RT 2/5, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, limbah kayu itu bisa dijadikan untuk membuat miniatur kapal pinisi yang bentuknya sangat mirip dengan bentuk aslinya.
Awalnya, untuk membuat berbagai macam miniatur, Puji memulainya dengan cara mengumpulkan limbah kayu dari perusahaan mebel. Kemudian ia mulai berpikir untuk membuat kerangka miniatur.
Seperti ketika terpikir membuat kerajinan kapal pinisi, ia membuat bentuknya secara detail mulai dari badan kapal, layar hingga tali-talinya. Sekilas miniatur kapal ini tidak terlihat bahwa bahan dasarnya merupakan limbah kayu. Padahal untuk membentuk miniatur tersebut Puji hanya menggunakan alat seadanya, mulai dari menghaluskan kayu hingga membentuk sebuah miniatur seperti kapal pinisi yang pembuatnya memang cukup rumit.
Puji menjelaskan, saat membuat miniatur kapal pesiar, ia memulainya mulai dari badan kapal dengan cara merangkai limbah kayu yang sudah dibuat tipis, sedangkan untuk layar menggunakan bahan daun pisang yang juga sudah dibentuk.
"Saya menghabiskan waktu tiga minggu untuk membuat satu miniatur kapal pesiar. Pembuatannya cukup sulit karena bahanya yang kecil dan tipis dengan ukuran 5 milimeter," jelas Puji, Kamis (19/9/2019). Kesulitan yang ia dapat bukan menjadi hambatan. Hal tersebut merupakan tantangan baginya untuk terus berupaya membuat miniatur kapal pinisi. Apalagi pesanan dari konsumen mulai membludak sejak Puji merambah penjualan online atau daring.
Puji mengaku, menekuni kerajinan miniatur dari limbah kayu ini sudah lima tahun. Berawal dari kesenangannya membuat minatur tersebut hingga akhirnya bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. "Paling banyak pesanan dari daerah Bekasi, Karawang dan yang paling jauh ke daerah Jawa Tengah seperti Pemalang. Alhamdulillah kalau dijadikan bisnis banyak pemesanan," katanya.
Sejauh ini, Puji sudah membuat ratusan miniatur. Selain miniatur kapal pinisi, ia juga bisa membuat miniatur alat musik seperti gitar dan biola. Namun pesan yang paling banyak yakni miniatur kapal pinisi. Ia mengatakan, miniatur kapal pinisi yang ia buat, mimiliki ukuran kurang lebih 1,2 meter dengan ketinggan 70 sentimeter dan harganya Rp 1,5 juta yang bahan bakunya merupakan limbah kayu cedar.
"Ada juga ukurannya yang lebih kecil harganya mulai Rp 500 ribu, Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta. Tapi tak hanya miniatur kapal pesiar, saya juga bikin miniatur dokar, lampu cup dan gitar," terang Puji. Intinya, kata dia, apapun miniatur dari bahan kayu yang dipesan ia siap untuk membuatnya, meskipun saat ini ia terkendala masalah peralatan. Tetapi hal tersebut juga tidak menjadi masalah.
"Paling kendalanya perlatan, saya masih menggunakan alat menual belum alat canggih karena saya terkendala biaya untuk membeli alat yang canggih," ujar Puji. Sedangkan untuk bahan baku kerajinan miniatur, lanjutnya, sejauh ini masih tersedia karena limbah kayu memang masih banyak, sehingga selama bahan baku masih ada pesanan pun akan tetap bisa terlayani.