Sabtu, 12 Oktober 2019 15:28

Storytelling Contest, Ajang Anak Mendongeng pakai Bahasa Inggris

Limawaktu.id - Stamford School berkomitmen terus mengasah anak agar mahir berbicara di hadapan umum atau publik speaking. Salah satunya melalui English Storytelling Contest yang dilaksanakan Sabtu (12/10/2019). di Bertempat di Stamford School, Jalan Citra Green, Cimbuleuit, Kota Bandung.

English Storytelling Contest yang digelar pada tahun ke-9 ini bertajuk 'Speaking From the Heart', yang diikuti 80 peserta yang datang dari berbagai sekolah. Ada empat kategori yang diperlombakan,
dari mulai kategori freeschool atau tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) kelas I-III.

Kemudian kategori lower primary atau anak kelas III-VI SD, kategori upper primary untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta secondary untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kepala Sekolah Stamford School, Peter Darmawan yang didampingi Kepala Kurikulum SD, Carolyn Sulaeman mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengasah dan mengembangkan publik speaking anak sedini mungkin.

"Era sekarang publik sepaking sangat penting. Jadi kalau bisa publik sepaking, confidence kita tinggi. Bisa penambah personal review," ujar Peter. Peter menjelaskan, dalam perlombaan ini, para peserta harus mendongeng menggunakan Bahasa Inggris sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan oleh panitia.

Untuk kategori preeschool, peserta diperbolehkan untuk memilih cerita yang sudah disiapkan panitia. Kemudian mereka menampilkannya di hadapan penonton tanpa menggunakan naskah. Kemudian untuk kategori lower primary, pihak panitia menyiapkan tiga gambar sebagai stimulus peserta. Lalu peserta memasukan salah satu gambar itu dalam sebuah cerita atau dongeng dihadapan publik.

Sedangkan untuk kategori upper premary dan secondary, mereka harus memilih di antara 10 tema yang disiapkan panitia kemudian mengembangkannya ke dalam sebuah cerita. "Kalau SMP-SMA itu ada juga yang kolaborasi dalam penyampaiannya," ucap Peter.

Pihaknya berharap dengan kegiatan rutin ini kemampuan peserta semakin terasah dalam publik speaking. Sebab era sekarang terlihat anak sulit untuk menceritakan sesuatu hal. "Selain dalam Bahasa Inggris, event seperti ini juga ada dalam Bahasa Mandarin," tandasnya.