Stikom Bandung Wisuda 76 Lulusan, Dorong Daya Saing di Era Digital
Limawaktu.id - Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung menggelar Wisuda Gelombang X di Hotel Papandayan Bandung, Sabtu (14/2/2026). Sebanyak 76 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Prosesi wisuda dipimpin langsung Ketua Stikom Bandung, Dr. Dedy Jamaludin, M.Si serta dihadiri jajaran pimpinan kampus, civitas akademika, dan keluarga wisudawan. Momentum wisuda ini menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus awal peran baru para lulusan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir proses belajar. Menurutnya, lulusan justru dihadapkan pada tantangan nyata untuk mengimplementasikan ilmu, etika, dan keterampilan di dunia kerja maupun ruang publik.
“Gelar akademik harus diiringi etika, integritas, dan kemampuan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Lulusan Stikom Bandung dituntut adaptif dan berdaya saing di tengah perubahan industri komunikasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan keterampilan praktis dan literasi digital. Perkembangan teknologi, kata dia, telah mengubah lanskap komunikasi, media, dan industri kreatif secara signifikan. Karena itu, lulusan dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan pola pikir inovatif.
Wisuda Gelombang X ini, lanjut Dedy, merupakan bagian dari komitmen Stikom Bandung dalam mencetak lulusan profesional dan berkarakter. Kampus berupaya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri serta dinamika teknologi informasi yang terus berkembang.
Sementara itu, Anggota Yayasan Nurani Bangsa, Engkus Kuswarno, menyampaikan apresiasi atas keberlangsungan wisuda tersebut. Ia menilai Stikom Bandung memiliki sejarah panjang sebagai institusi pendidikan komunikasi dan mampu melewati berbagai tantangan kelembagaan.
“Alhamdulillah, atas doa seluruh civitas akademika dan mahasiswa, Stikom Bandung berhasil melewati masa sulit. Wisuda Gelombang X ini akhirnya dapat terlaksana,” katanya.
Orasi Ilmiah Komunikasi Politik
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyampaikan orasi ilmiah bertema komunikasi politik antara pemerintah dan rakyat di era digital. Ia menilai, respons dan aspirasi publik saat ini banyak disalurkan melalui media sosial.
“Jika dulu kampus dan ruang publik menjadi tempat diskusi, kini media sosial menjadi ruang komunikasi utama masyarakat,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa ruang publik digital kerap lebih menonjolkan viralitas dibanding substansi karena pengaruh algoritma. Menurutnya, komunikasi yang tidak terbangun dengan baik antara pemerintah dan rakyat berpotensi melahirkan otoritarianisme.
Rangkaian wisuda ditutup dengan doa bersama serta sesi foto wisudawan bersama pimpinan kampus dan keluarga, menandai langkah awal para lulusan Stikom Bandung memasuki dunia profesional.