Jumat, 19 Juni 2026 5:40

SMK Pasundan 3 Cimahi Padukan Pelatihan Affiliate Marketing dan Keahlian Menjahit

Kepala sekaligus pendiri SMK Pasundan 3 Cimahi, Subaryo, S.Pd., M.Pd [Istimewa]

Limawaktu.id, Kota Cimahi - SMK Pasundan 3 Cimahi terus mengukuhkan komitmennya dalam menghadirkan mutu pendidikan berkualitas tinggi sejak pertama kali didirikan pada tahun 2009. Langkah strategis ini diawali dari sistem seleksi penerimaan tenaga pendidik yang ketat demi menjaga konsistensi pelayanan pembelajaran.

Kepala sekaligus pendiri SMK Pasundan 3 Cimahi, Subaryo, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya mengusung visi besar untuk mencetak lulusan profesional yang siap terserap langsung oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Lulusan bagi kami bukan hanya sekadar memiliki kompetensi teknis, tetapi juga harus ditunjang oleh pembentukan karakter yang kuat," ujar Subaryo saat ditemui di lingkungan sekolah, Jl. Melong Raya, Cimahi, Jum’at, 19 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu keunggulan utama SMK Pasundan 3 Cimahi terletak pada kepemilikan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) internal, setiap siswa yang lulus dipastikan mengantongi sertifikat profesi resmi yang diakui secara nasional.Fasilitas sertifikasi ini tergolong istimewa dan kompetitif di dunia pendidikan saat ini.

"Jangankan sekolah swasta, sekolah negeri pun tidak semua memiliki LSP sendiri karena proses mendapatkan lisensinya sangat sulit," kata Subaryo.

Dia menjelaksan, dampak nyata dari program ini terlihat dari tingginya angka keterserapan kerja. Tercatat, pada momen perpisahan sekolah saja, sebanyak 20 persen lulusan sudah dinyatakan diterima bekerja. Bagi alumni yang belum mendapatkan pekerjaan, pihak sekolah menyediakan fasilitas penyaluran langsung ke berbagai jaringan industri yang telah menjalin kerja sama resmi.

Kurikulum Kekinian dan Berbasis Potensi Lokal diterapkan untuk menjawab tantangan era digital. SMK Pasundan 3 Cimahi bergerak dinamis dengan memberikan pelatihan affiliate marketing. Program ini membekali siswa dengan keterampilan visual dan strategi menjadi afiliator di media sosial, sehingga mereka mampu menangkap peluang bisnis digital secara mandiri.

“Tidak hanya melek teknologi, sekolah kami juga tetap berpijak pada potensi ekonomi lokal. Seluruh siswa dari semua jurusan diwajibkan mengikuti pelatihan menjahit,” jelasnya.

Kebijakan ini diambil secara strategis mengingat lokasi sekolah yang berdekatan dengan Cigondewah, yang dikenal sebagai pusat perdagangan kain terbesar di Bandung.

Melalui bekal keterampilan ini, lulusan SMK Pasundan 3 Cimahi diproyeksikan memiliki opsi karier yang luas di industri fesyen, mulai dari penjahit profesional, desainer baju, hingga menjadi pemilik usaha konveksi (bos konveksi).

Guna memperluas cakrawala para siswa, SMK Pasundan 3 Cimahi aktif membangun jejaring internasional. Hingga saat ini, sekolah terus menjalankan kerja sama berkesinambungan dengan institusi pendidikan di luar negeri, salah satunya di Malaysia.

“Melalui program kemitraan ini, siswa dilatih dan dirangsang untuk melihat serta menangkap berbagai peluang karier di luar negeri. Dengan modal kompetensi yang mumpuni dan mentalitas yang teruji, lulusan SMK Pasundan 3 Cimahi diyakini mampu bersaing secara kompetitif dengan lulusan dari mancanegara,” pungkasnya.