Selasa, 17 September 2019 10:52

Sisa Kebakaran Kios Peuyeum Semalam:Ekonomi Lumpuh, Uang Ikut Terbakar, Patung Pewayangan Masih Berdiri Tegak

Sisa Kebakaran Kios Oleh-oleh Peyeum Dan Tiga Patung Pewayangan Yang Masih Berdiri Tegak [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Pasca kebakaran Senin (16/9/2019) malam, roda perekonomian sejumlah pedagang di Jalan Raya Citatah, Kampung Tagogmunding RT 05/08 Desa Citatah Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB) lumpuh total. Seperti diketahui, Si Jago Merah yang diduga berasal dari korsleting listrik itu melahap sekitar sembilan kios dagangan berupa oleh-oleh seperti peuyeum, manisan, patung dan sebagainya.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (17/9/2019), para pemilik kios dan warga sekitar nampak mengerumuni area kebakaran yang hanya menyisakan arang dan beberapa pernak-pernik seperti tiga buah patung pewayangan.

Sisa Kebakaran Kios Oleh-oleh di Jalan Raya Citatah, Kabupaten Bandung Barat

Sementara sisanya ludes terbakar. Termasuk uang cash milik seorang pedagang bernama Siti Aisyah (44). "Pokoknya gak ada yang terselamatkan kebakar semua. Termasuk uang cash sekitar Rp 10 juta," terangnya. Tadinya, uang tersebut akan digunakan Siti untuk keperluan setor ke bank dan belanja modal yang biasa ia lakukan setiap bulan.
Setoran itu dilakukannya untuk membayar pinjaman modal saat Siti memulai usaha dagangnya sekitar 10 tahun lalu.

"Setor ke bank itu Rp 4 juta per bulan. Dulu modal untuk beli barangnya itu sekitar Rp 100 juta. Kalau sewa kiosnya Rp 20 juta per tahun," ungkap Siti. Sebab barang-barang dan kios yang disewanya tak tersisa, Siti memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu ada bantuan dari Pemkab Bandung Barat. "Iya kalau kerugian total lebih dari Rp 100 juta. Untuk sementara ya jualan dulu. Ini kan harus dari nol lagi," tuturnya.

Dikatakannya, peristiwa kebakaran itu sendiri diketahuinya dari karyawannya. Hanya saja ia tak langsung datang ke lokasi semalam. "Anak saya yang datang ke sini. Rumah saya kan di Cianjur," tukas Siti. Hal serupa diungkapkan Ade Jalaludin (58) salah seorang pedagang manisan dan berbagai macam kerajinan. Dikatakannya, barang dagangannya sama sekali tidak tersisa. Secara total, kerugian yang dialaminya mencapai Rp 300 juta.

"Dagangannya sama kursi, lemari dan sebagainya udah sekitar Rp 100 juta. Ditambah bangunan dua tingkatnya sekitar Rp 200 juta," terang Ade. Ia yang sudah berjualan sekitar 10 tahun berharap ada bantuan dari pihak terkait. Sebab Ade mengaku bingung untuk sementara ini harus berjualan apa. "Iya terpaksa vakum dulu, kan modalnya juga ini aja. Harapannya ada bantuan," tukasnya.