Sentuhan Magis Warga Baros Cimahi, Ubah Galon Bekas Jadi Pot Binatang Lucu
Limawaktu.id, Kota Cimahi – Di tengah tantangan pengelolaan sampah plastik yang kian mendesak, seorang warga RW 03 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Jawa Barat, bernama Wenda Yantana melakukan Proses kreatif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar . Pengrajin kreatif ini mengubah limbah galon plastik menjadi berbagai macam pot tanaman berbentuk hewan yang unik.
Berawal dari hobi berkebun dan latar belakangnya di bidang dekorasi, ia mendapatkan inspirasi dari media sosial untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Meskipun baru berjalan singkat, karya-karyanya seperti bentuk panda dan katak mulai menarik minat pembeli melalui promosi di media sosial.
Wenda memproduksi karya-karyanya secara mandiri dengan kapasitas mencapai sepuluh buah per hari menggunakan peralatan sederhana. Ke depannya, ia berencana memperluas kreasinya ke jenis limbah lain, meski saat ini masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan modal untuk bahan baku dan cat.
Apa yang dilakukan Wenda sukses menarik perhatian publik lewat aksi nyata penyelamatan lingkungan.
“Kegiatan ini ini bermula dari keresahan pribadi saya saat berpindah tempat tinggal dan aktif menggeluti hobi bercocok tanam. Menghadapi keterbatasan pot tanaman di rumah, saya melihat peluang pada tumpukan galon plastik bekas yang kerap dibuang karena sifatnya yang tidak dapat diisi ulang. Dengan Menggunakan peralatan sederhana, saya mulai mengkreasikan limbah tersebut menjadi pot bunga estetik berbentuk aneka binatang,” terang Wenda, di Jalan HMS Mintaredja No. 94,RW 03 Kelurahan Baros Kota Cimahi, Jum’at, 14 Agutsus 2026.
Awalnya WEnda menoba bikin satu unit, ternyata respons dari lingkungan sekitar sangat positif dan banyak yang menyukai hasilnya. Dari sana, dia melihat peluang untuk mengembangkannya secara lebih serius sekaligus membantu mengurangi volume sampah plastik.
Dia bercerita meski baru merintis usaha ini selama sepekan terakhir, Wenda telah berhasil mengamankan rantai pasok bahan baku dengan menggandeng pengepul barang bekas (rongsok) lokal. Ia membeli galon bekas per unit dengan volume pemesanan berkisar antara 20 hingga 50 galon sekali pesan.
“Seluruh proses pengerjaan, mulai dari pemotongan, pembentukan karakter, hingga pengecatan saat ini masih saya lakukan secara mandiri,” katanya.
Wenda menjelaskan, Inspirasi desain awalnya didapatkan dari platform media sosial TikTok. Namun, Wenda tidak sekadar meniru, melainkan mengembangkan variasi bentuk baru yang lebih kreatif dan variatif guna menargetkan kualitas hasil akhir yang maksimal sebelum dipasarkan secara massal.
“Saat ini, produk-produk tersebut telah mulai dipublikasikan melalui jaringan media sosial personal milik saya,” jelasnya.
Ternyata, inovasi Wenda tidak berhenti pada galon plastik semata. Dalam rencana jangka pendeknya, ia tengah bersiap mengeksplorasi material limbah lain yang ada di lingkungan sekitar. Beberapa produk prototipe yang siap dikembangkan antara lain kap lampu hias yang memanfaatkan limbah pipa paralon, serta asbak estetis berbahan dasar sisa hebel (bata ringan) dari proyek bangunan.
Langkah yang diambil oleh Wendar Yantana menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi sirkular tingkat rumah tangga dapat berjalan. Melalui kreativitas, barang yang semula dianggap sampah tak bernilai berhasil ditransformasikan menjadi produk dekorasi hijau yang menjanjikan, sekaligus menjadi solusi lokal terhadap isu lingkungan global.