Senin, 11 Mei 2020 17:02

Sembako Kelulusan Siswa SMAN 4 Cimahi Diserbu Warga

sembako berupa beras, minyak, telur, dan kebutuhan lainnya di pagar Sekolah SMA 4 Cimahi [limawaktu.id]

Limawaktu.id - Sebagai bentuk syukur atas kelulusan, siswa kelas XII SMA Negeri 4 Kota Cimahi mengagas pembagian sembako bagi warga sekitar yang membutuhkan.

Namun, aksi sosial kali ini dilakukan dengan cara yang tak biasa. Bersama guru-gurunya, mereka menggantungkan sembako berupa beras, minyak, telur, dan kebutuhan lainnya di pagar sekolah.

Namun melihat warga yang terlampau membludak mengantre di depan sekolah, pihak sekolah berinisiatif membagikan sembako secara langsung. Apalagi saat ini tengah ada anjuran physical distancing karena pandemi Corona Virus atau Covid-19. 

Dwi Fitria Ambarina, salah seorang guru yang terlibat dalam pembagian sembako, mengatakan kegiatan dadakan itu sebagai ungkapan rasa syukur kelulusan siswa sebab tidak bisa melaksanakan perpisahan lantaran adanya larangan berkumpul selama PSBB.

pembagian sembako dadakan bagi warga sekitar Sebagai bentuk syukur atas kelulusan, siswa kelas XII SMA Negeri 4 Kota Cimahi

"Memang tadi kondisinya sangat ramai, membludak.warga yang datang. Padahal ini syukuran siswa kelas 12 kecil-kecilan saja. Siswa bingung mau gimana, setelah koordinasi dengan sekolah akhirnya diputuskan memberikan sedikit bantuan sembako untuk warga saja," ungkap Dwi saat ditemui, Senin (11/5/2020).

Untuk pembagian sembako dengan konsep digantung kali ini, pihaknya hanya menyediakan 250 paket sembako. Ratusan sembako itu ludes terbagikan pada warga hanya dalam waktu 10 menit. 

"Kita juga kaget lebih dari 250 orang berdesakan di depan sekolah. Padahal kita enggak gembar-gembor ke warga. Akhirnya warga kita batasi untuk masuk ke halaman sekolah ambil sembakonya. Itu juga masih berebut satu sama lain, agak di luar perkiraan juga," bebernya. 

Melihat antusias warga, pihaknya akan merencanakan kegiatan serupa namun mendekati lebaran nanti dengan menyiapkan paket bingkisan lebaran. 

"Nanti manajemen pembagiannya akan kita perbaiki, jangan sampai seperti tadi. Kasihan banyak warga yang tidak kebagian karena jatahnya hanya sedikit," tegasnya. 

Enung (39), warga setempat, mengaku kecewa tidak mendapatkan sembako. Padahal ia dan warga lainnya sudah antre sejak pagi. 

"Ya kecewa enggak dapat, padahal sudah antre dari jam 8 pagi. Dibagikan jam 10 pagi, tapi justru engga kebagian. Yang kebagian itu malah warga yang baru datang, ditambah ini berdesak-desakan," tuturnya. 

Ia mengaku sangat terdampak Covid-19, setelah suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan tidak lagi bekerja dan mendapatkan penghasilan. 

"Untuk sehari-hari ya memang mengandalkan bantuan seperti ini saja, anak juga enggak kerja. Mau kerja apa sekarang, serba susah. Bantuan juga belum dapat," jelasnya.