Rabu, 3 Februari 2021 18:21

Selama Pandemi Ada 68 Kasus Kematian Bayi di Cimahi

Ilustrasi [net]

Limawaktu.id,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menyebut, kasus kematian pada ibu dan bayi di Kota Cimahi mencapai 81 orang sepanjang tahun 2020.

Menurut Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinkes Kota Cimahi, Indah Gilang Indira mengatakan, untuk kasus kematian pada ibu sepanjang tahun pandemi Corona Virus Disesse (Covid-19) ada 12 orang. Sementara pada bayi ada 69 orang.

"Untuk rasio kematian ibu alhamdulillah ada penurunan. Kalau kematian bayi tahun 2020 termasuk saat pandemi Covid-19 ada 69 anak. Kalau," terang Indah Rabu (3/2).

Indah menjelaskan, kematian ibu terjadi pada ibu hamil, ibu melahirkan, dan ibu nifas sampai dengan 42 hari setelah melahirkan. Sementara pada bayi terjadi pada bayi yang baru melahirkan sampai dengan bayi umur 12 bulan kurang sehari.

Ia mengatakan, penyebab ibu bisa meninggal saat sedang hamil sampai melahirkan dikarenakan berbagai faktor. Dari mulai hipertensi, infeksi sampai pendarahan. "Kalau bayi itu paling banyak karena asfiksia (kondisi kadar oksigen dalam tubuh menurun) dan berat badan lahir rendah," jelas Indah.

Untuk menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, kata Indah, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Seperti dengan mengembangkan program 1.000 hari pertama kehidupan yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unjani Cimahi.

Kemudian melalui Puskesmas ada berbagai kegiatan yang dilakukan. Dari mulai kelas ibu hamil, kelas ibu balita, kunjungan rumah ibu hamil risiko tinggi. Sementara untuk pelayanan tatap muka dibatasi karena adanya pandemi Covid-19.

"Karena pelayanan tatap muka dibatasi, dibuat grup di medsos untuk memantau kesehatan ibu hamil dan bayi. Bukan hanya dari sisi kesehatannya. Pemberdayaan masyarakat juga sangat dibutuhkan," jelas Indah.

Kemudian jika ingin mengakses pelayanan kesehatan, disarankan untuk membuat janji terlebih dahulu. Kemudian, harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, jaga jarak, tidak memaksakan keluar rumah dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

"Ibu hamil harus lebih hati-hati supaya tidak tertular, harus menjaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular Covid-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandungnya," jelas Indah.

Bagi pasangan suami istri yang belum hamil, pihaknya menyarankan buntuk menunda kehamilan ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, terang Indah, metabolisme dan kebutuhan nutrisinya akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun.

"Iya sebaiknya ditunda dulu," ucap Indah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno menambahkan, kebanyakan kasus kematian ibu saat melahirkan di Kota Cimahi disebabkan terlambatnya penanganan. Ia mencontohkan, ketika seorang ibu memeriksakan kandungannya ke fasilitas kesehatan, sehingga kemudian tidak terpantau.

"Biasanya persalinan yang terlambat. Jadi udah terlambat untuk dirujuk (ke fasilitas kesehatan)," terang Dikke.