Sekitar 200 Pedagang Pasar Antri Besok Ikuti Rapid Test
Cimahi - Sekitar 200 pedagang Pasar Antri Baru, akan ditest rapid untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan pasar.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Antri Baru Agus Rudianto menyebutklan, berdasarkan Hasil Rapat Tanggal 4 - 6 - 2020, yang di hadiri Oleh Dinkes Kota Cimahi, Desperindag kota Cimahi dan Pengelola dan Paguyuban Pedagang Pasar Antri , hari sabtu besok akan di adakan Rapid Tes kembali bagi Para Pedagang yg belum melaksanakan Swab dan Rapid Tes.
Dikatakannya, tes dilakukan sebagai salah satu syarat untuk kios yang ada di pasar antri di buka kembali setelah 14 hari di isolasi.
"Tujuannya rapid test ini agar pedagang maupun pengunjung menjadi aman dan kita bisa berjalan dalam kehidupan normal , " kata Agus, Jum'at (05/06).
para pedagang pasar menginginkan agar bisa kembali berjualan dengan normal dan menjalankan aktivitas berjualan seperti sebelum dilakukan penutupan Pasar Antri pada 24 Mei 2020.
"Yang paling penting, kami segera bisa berusaha kembali dengan normal, tanpa ada kekhawatiran," katanya.
Sebelumnya seorang pedagang warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test. Pedagang kerudung tersebut kemudian dirawat di rumah sakit sejak 23 Mei lalu.
"Betul pasien ER yang sebelumnya positif Covid-19 sekarang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter penanggungjawab pelayanan," ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi Harjono saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).
Sesuai protokol kesehatan dan meminimalisir potensi penularan maka yang bersangkutan harus dijemput petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
"Untuk meminimalisir penularan dengan kontak erat, maka yang bersangkutan diisolasi di rumah sakit. Protokol penanganannya sekarang seperti itu, semua dirawat secara terpusat biar mudah pemantauannya," katanya.
Selama menjalani perawatan di RSUD Cibabat, pasien tersebut diwajibkan mengonsumsi makanan bergizi, mengonsumsi vitamin dan obat tambahan, serta istirahat yang cukup.
"Seminggu dirawat, tanggal 27 dan 28 Mei dilakukan swab test dengan hasil negatif. Setelah dua kali swab test itu, yang bersangkutan dinyatakan sembuh dan boleh pulang," jelasnya.