Sejak Presiden Suharto Warga Cipageran Kebanjiran, Anggota DPRD H. Enang Sahri Sidak Lokasi
Limawaktu.id, Kota Cimahi – Persoalan banjir masih menjadi hal yang tidak bisa dihindari warga Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Bahkan banjir di RW 28 Kelurahan Cipageran tersebut sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, semenjak Presiden Suharto memimpin hingga saat ini.
Salah seorang warga RW 28 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara H. Slamet Riyadi mengungkapkan, di wilayah RW 28 Kelurahan Cipageran, tepatnya di RT 02, warga Perumahan Puri Cipageran 1 selalu terkena banjir akibat meluapnya solokan yang berada di sekitar perumahan.
“Banjir disini sudah sejak puluhan tahun lalu terjadi namun tidak pernah ada solusi , setiap turun hujan warga disini selalu terkena banjir Cileuncang, “ ungkap Slamet, Sabtu, 6 Desember 2025.
Menurut dia, yang tidak pernah tuntas dalam persoalan banjir di RT 02 RW 28 Kelurahan Cipageran ini dikarenakan lokasi solokan yang ada di sekitar perumahan warga masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat, sehingga sampai saat ini keluhan warga masih menjadi kendala.
“Kami mohon kepada para pemangku kepentingan agar bisa mencarikan solusinya dan merealisasikan keluhan warga, karena pernah disini ada rumah yang sampai rubuh akibat terjangan banjir,” kata Slamet.
Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi H. Enang Sahri Lukmansyah mengatakan, dirinya pada Jum’at malam menerima laporan dari warga tentang kejadian banjir yang kembali berulang di wilayah RW 28 Kelurahan Cipageran.
Solokan yang ada di sekita perumahan warga masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat, sehingga tidak bisa disentuh oleh Pemerintah Kota Cimahi. Namun meski demikian harus ada solusi atas keluhan warga tersebut jangan sampai masyarakat jadi korban karena puluhan rumah banjir, sehingga harus ada penanganan secara khusus.
“di APBD Kota Cimahi ada anggaran bencana atau Biaya Tidak Terduga, kenapa tidak dipakai saja, jika kondisi anggaran yang serba ada keterbatasan, dengan kondisi saat ini jangan sampai warga selalu terkena musibah,” kata Enang sahri.
Menanggapi persoalan banjir di RW 28 Kelurahan Cipageran tersebut, Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman pada DPKP Kota Cimahi Sambas Subagja memaparkan, pihaknya sudah merencanakan dua opsi dalam mengatasi banjir di RW 28 Kelurahan Cipageran tersebut. Banjir terjadi karena jebolnya tanggul di sekitar pemukiman warga, sehingga harus dilakukan perbaikan tanggul dan yang kedua akan disiapkan saluran di hilir yang melintasi pemuikiman warga.
“Di hilir akan dibuatkan sodetan dengan panjang sekitar 200 meter. Jika dihitung dibutuhkan dana Rp750 juta, tahun ini baru kita kerjakan Rp200 juta. Kita memang harus siapkan dihilirnya dulu walaupun tadi ada usulan untuk membuat kolam retensi namun dibutuhkan kajian sejauhmana kolam retensi tersebut bisa mereduksi banjir. Disini akan dilakukan pelebaran saluran terlebih dahulu yang nantinya nyambung dengan yang telah kita bangun sebelumnya,” papar Sambas.