Sedang Panen Raya Cengkih, Petani di KBB Malah Nelangsa
Bandung Barat - Petani di Kampung Bangkok, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan sedang panen cengkih. Tapi sayangnya, harga cengkih terus anjlok.
Harga cengkih panen raya ditengah pandemi virus korona atau Covid-19 ini turun dratis menyentuh Rp 54 ribu per kilogram. Jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang pernah menyentuh Rp 120 ribu.
"Tahun ini turun jadi Rp 54 ribu. Biasanya lebih dari Rp 80 ribu per kilo kaya tahun lalu. Bahkan dulu pernah Rp 120 ribu," kata Ade Tarman (48), salah seorang petani cengkih di RT 01/15, Kampung Bangkok saat ditemui, Rabu (8/7/2020).
Ia tak tahu sama sekali penurunan harga cengkih setiap tahunnya. Tapi yang pasti, kata Ade, anjloknya harga cengkih membuat beban petani seperti dirinya semakin berat karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk upah bekerja
"Setiap pekerja yang bantu metik dibayar Rp 3 ribu per orang untuk 1 kilogram cengkih. Sedangkan buruh yang misahin dari batang atau moces dikasih Rp 1 ribu," beber Ade.
Dikatakan Ade, dari proses memetik hingga dijual ke pengepul biasanya membutuhkan waktu sekitar satu dua pekan. Proses paling lama biasanya menjemur.
"Kalau lagi panas biasanya dijemur sampai kering dan siap jual seminggu, kalau lagi hujan kaya sekarang 1 minggu," tuturnya.
Dalam sekali panen raya, lanjut Ade, biasanya ia bisa menjual hingga 1 kwintal, dari sekitar 50 batang pohon cengkih miliknya yang ditanam lahan 1 hektare. Keuntungan yang biasa didapatnya mencapai Rp 30 juta.
"Itu tahun lalu, tahun ini mah gak tau kan harganya juga turun. Itu masih kotor, belum dipotong yang bantu metik dan moces," tandasnya.
Nanang (53) petani lainnya mengaku walaupun petani memiliki pohon cengkeh sendiri, lanjut dia, tapi mereka merasa rugi, sebab harga untuk memetik cengkeh masih sama sementara harga jual malah turun.
Menurut Nanang, walaupun harganya sedang anjlok, biji cengkeh tetap harus dipanen setiap tahun agar pohonnya tetap subur dan menghasilkan lebih banyak biji saat panen di tahun berikutnya.
"Tahun 2020 memasuki panen raya, karena sudah masuk siklus panen dua tahun sekali," imbuhnya.