Senin, 23 Desember 2019 15:16

Sebentar Lagi Gerhana Matahari Cincin, Catat Tanggal dan Lokasi Pemantauannya di Lembang

Observatorium Bosscha Lembang [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Observatorium Bosscha Lembang memastikan tidak akan melakukan pengamatan Gerhana Matahari Cincin (GMC) di kompleks observatorium, Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis, (26/12/2019).

Namun, masyarakat masih bisa ikut mengamati secara langsung peristiwa tersebut dari Lapangan Sinapeul yang berjarak sekitar 500 meter dari Observatorium Bosscha sejak pukul 10.00-15.00 WIB.

"Observatorium Bosscha menyediakan kegiatan pengamatan bersama masyarakat di lapangan Sinapeul mulai pukul 10.00 WIB," kata Staf Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti, Senin (23/12/2019).

Selain itu, fenomena gerhana juga bisa ditonton melalui live streaming langsung dari Tanjungpinang di kanal Youtube Observatorium Bosscha mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Rencananya, tim peneliti Bosscha akan berangkat ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau untuk melakukan pengamatan GMC di Taman Gonggong bersama dengan pemerintah kota setempat.

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari situs https://bosscha.itb.ac. id/gmc2019/, GMT terjadi ketika bulan menutupi pusat matahari, meninggalkan tepi terluar matahari membentuk 'cincin api' atau annulus diamati dari permukaan bumi. Gerhana matahari cincin terakhir kali teramati dari sebagian wilayah Indonesia pada 26 Januari 2009.

Gerhana matahari cincin mendatang akan terlihat di sejumlah negara Asia seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Malaysia, Indonesia, Singapura, Kepulauan Mariana Utara, dan Guam.

Khusus di wilayah Indonesia, daerah yang akan mengalami gerhana cincin di antaranya Kabupaten Simeulue, Padang Sidempuan, Batam, sebagian Provinsi Riau, Singkawang dan Tanjung Selor. Sementara sebagian daerah lain hanya dapat menyaksikan sebagai gerhana sebagian.

Pada saat gerhana matahari, masyarakat diimbau tidak mengamati secara langsung ke arah matahari dengan mata atau alat bantu optik seperti binokuler maupun teleskop.

Sebab, intensitas cahaya matahari yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan retina mata jika ditatap terlalu lama, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan permanen.