Kamis, 5 September 2019 13:31

Santunan dari Arab Cair, Korban Crane di Lembang: Ya, Allhamdulilah

Wiwi Widiani Menunjukan Foto almarhumah Iti Rasmi yang berdomisili di Jalan Nyampai Nomor 45 RT 02/10, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Keluarga almarhumah Iti Rasmi yang berdomisili di Jalan Nyampai Nomor 45 RT 02/10, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku belum menerima informasi resmi perihal santunan dari Arab Saudi. Alhmarhum Iti menjadi salah satu korban dalam insiden rubuhnya crane di Masjidil Harram, Makkah pada Jumat, 11 September 2015 lalu. Arab Saudi pun sudah mencairkan santunan sekitar Rp 85 miliar untuk para korban.

Diakui dia, sampai hari ini, pihak keluarganya belum mendapatkan konfirmasi secara langsung, baik dari Kementerian Agama (Kemenag) KBB maupun Kemenag RI mengenai masalah santunan ini. "Tapi waktu tanggal 22 Februari 2019, memang pernah ada dari Kemenag pusat meminta kami mengumpulkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan dokumen lainnya untuk Fatwa Waris," kata Wiwi Widiani, anak pertama alhmarhum saat ditemui di kediamannya, Kamis (5/9/2019).

Meski telah mendengar kabar adanya santunan yang diberikan langsung dari Kerajaan Arab Saudi untuk para korban, dia menerangkan, pihak keluarganya hanya bisa menunggu karena tidak tahu harus mengonfirmasi kemana dan kepada siapa. "Kalau memang itu (santunan) terealisasi, ya, alhamdulillah. Kalau pun enggak, ya, gak jadi masalah," katanya.

Pasalnya, meskipun tidak mengharapkan mendapatkan sesuatu dari musibah ini, selama empat tahun pasca kejadian, pihak keluarga belum sekalipun mendapat perhatian atas musibah yang merenggut nyawa salah satu anggota keluarganya ini. Sampai saat ini pihak keluarganya telah ikhlas melepas kepergian ibunda tercinta dan menerima semuanya sebagai takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. "Alhamdulillah bukan berarti kita mengharapkan mendapat keuntungan dari adanya kecelakaan, tidak. Kami menganggap itu bentuk perhatian pihak Kerajaan Arab terhadap korban," kata Wiwi.