Rabu, 8 Januari 2020 11:15

Rumah Masih Jebol, 6 KK Korban Banjir Bandang di Pajagalan Masih Mengungsi di Bekas Kandang Sapi

Warga Korban Banjir Saat Membersihkan Barang-barang yang terkena Lumpur Akibat Banjir Bandang [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sembilan hari pascabanjir, masih ada sekitar 6 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Pajagalan RT 05/02 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih mengungsi.

Mereka terpaksa masih menungsi di bekas kandang sapi sebab rumahnya yang rusak saat banjir bandang pada Selasa (31/12/2019) itu belum bisa ditempati. Rumah-rumah mereka masih dalam tahap perbaikan.

"Masih ada yang mengungsi 6 KK, sekitar 12 orang. Rumahnya lagi diperbaiki," kata Ketua RT 05, Dedi Supriadi saat ditemui, Rabu (8/1/2020).

Di Kampung Pajagalan, tercatat ada 77 KK dengan 300 jiwa yang menjadi korban banjir bandang dipenghujung tahun itu. Ada 40 rumah yang mengalami kerusakan, 30 di antaranya mengalami rusak parah.

TNI dan Warga Saat Memperbaiki Tanggul Yang Jebol Akibat Banjir bandang

Dirinya, kata Dedi, merupakan salah satu keluarga yang terpaksa masih mengungsi. Menurutnya, total kerugian akibat banjir bandang di wilayahnya mencapai Rp 1 miliar.

"Dapur rumah saya juga jebol, parah. Lagi diperbaiki juga. Allhamdulilah untuk perbaikan rumah-rumah warga ada bantuan," katanya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menyebutkan, total kerugian akibat banjir bandang mencapai Rp 8 miliar. Jumlah kerugian itu tercatat dari tiga wilayah yakni Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, kemudian warga Perumahan Cimareme Indah, Desa Margajaya dan warga Kampung Pajagalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.

"Untuk kerugiannya kurang lebih Rp 8 miliar di tiga titik ini. Kalau kerugian sepenuhnya gak mungkin kita bantu tapi kalau logistik, baju anak sekolah dan makanan, material bisa dibantu," ungkap Aa Umbara.

Kerugian tersebut, meliputi kerusakan rumah warga di tiga titik yang terdampak, tanggul jebol, termasuk kerusakan alat-alat rumah tangga seperti alat-alat elektronik.

"Untuk bantuan rumah yang jebol kita ngumpulin bantuan dari ASN, kita dapat hampir Rp 300 juta dan itu disumbangkan ke masyarakat," katanya.