Rumah Bilik Sahidin Saepudin Kini Terang Benderang
Limawaktu.id - Di tengah terangnya pemukiman di Kampung Rawasantar, RT 06/04 Desa Sirnagalih Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB), rumah dua Kepala Keluarga (KK) justru gelap gulita.
Dua rumah panggung berbahan bilik dan kayu milik Sahidin (66) dan Saepudin (24) itu sejak dibangun belum teraliri listrik. Selama ini, mereka menggunakan lampu cempor atau lilin sebagai penerang malam.
Setelah bertahun menanti, akhirnya keduanya bisa menikmati listrik setelah mendapat program bantuan dari Perusahaan Listrik Negara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Cimahi melalui program 'One Man One Hope'.
Saat ditemui pada Senin (11/11/2019), Sahidin dan Saepudin pun tak bisa menutupi kebahagiaannya setelah mendapat bantuan pemasangan listrik secara gratis. Selama, mereka mencoba menyambungkannya dari tetangga, namun aksesnya kurang memungkinkan. "Allhamdulilah seneng sekarang udah ada listrik," ujar Sahidin.
Ia menuturkan, rumah berukuran 9x5 meter itu sudah ditinggalinya bersama istri dan anaknya yang berjumlah 12 orang. Namun, sekarang ia hanya tinggal berlima seiring berpencarnya anak-anak Sahidin sebab sudah menikah.
Sejak tinggal di rumah bilik itu, Sahidin dan keluarganya sama sekali belum menikmati listrik. Bahkan, Sahidin mengaku di rumahnya tak ada barang-barang elektronik. "Gak ada barang elektronik. Pengen nyambung dari dulu, tapi gak punya uang. Kalau dari tetangga juga jauh," terang Sahidin.
Sahidin tergolong keluarga kurang mampu. Uang yang ia kumpulkan dari seorang buru tani hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari bersama keluarganya. "Tiap bulan juga dapat bantuan beras," ucapnya. Kondisi serupa diutarakan Saepudin, yang rumahnya tepat berada di sebelah Sahidin menambahkan. Rumah bilik berkuruan 6x4 meter itu malam-malamnya hanya diterangi lampu cempor.
Saepudin sendiri merupakan menantu Sahidin yang lima tahun lalu menikahi putri Sahidin bernama Siti Hasanah (22). "Saya sejak 5 tahun lalu, sampai sekarang punya anak 1 baru ada listik sekarang. Allhamdulilah. Selama ini pake cempor atau lilin," ujar Saepudin.
Setelah rumahnya terpasang listrik, ia mengaku terbesit untuk membeli televisi. Namun, ia mesti bersabar sebab penghasilannya dari buruh tani masih akan diprioritaskan untuk kebutuhan hidup anak dan istrinya. "Semoga ada rezekinya. Saya buruh, paling dapat Rp 20-40 ribu sehari. Makan juga masih numpang ke bapak (Sahidin)," pungkasnya.
'One Man One Hope' merupakan program yang diinisiasi PLN. Di KBB, tercatat ada sekitar 124 KK yang mendapat bantuan sambungan listrik. Program tersebut secara simbolis disampaikan GM PLN Unit Jawa Barat Agung Nugraha dan jajaran serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Tirtoyulistio beserta jajarannya pada Senin (11/11/2019).