RSUD Cibabat Soal ABG Kebun Sayur:Pasien Alami Pendarahan Pada Otak
Limawaktu.id - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat mengungkapkan kondisi ZNS (15), ABG yang meninggal usai menjalani perawatan selama 15 hari usai mendapat perlakuan bejat dari Nanang (27) dan NN (17).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marlia mengatakan, korban mengalami cidera parah pada bagian kepala dan pendarahan pada otak sehingga kondisinya mengalami penurunan.
"Jadi dua luka itu yang membuat kondisi pasien menurun," terang Reri saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).
Sebelumnya, ABG asal Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri dengan penuh luka di sebuah kebun sayuran di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Kemudian korban dibawa ke RSUD Cibabat untuk mendapat perawatan. Setelah 15 hari dirawat, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (12/2/2020) siang.
"Kondisi pasien tidak memungkinkan komunikasi lama karena itu tidak bisa dilakukan visum awal. Kondisi pasien sempat membaik tapi Alloh menentukan lain," ungkap Reri.
Menurut Reri, cidera parah pada bagian kepala yang dialami korban dikarenakan adanya benturan yang dialaminya. "Cidera parah, karena penyiksaan yang dialaminya. Siksa fisik," tandasnya.
Mega Aryanti (21), kakak korban menuturkan, sebelum meninggal, kondisi adiknya itu terus mengalami penurunan. Bahkan selama perawatan, ZNS tak bisa diajak berkomunikasi.
"Jadi hanya buka mata, terus ngamuk-ngamuk. Posisinya tidur terus enggak bisa duduk. Trauma berat," katanya.