RSUD Cibabat Dapat Bantuan Rp 64 M Tahun ini
Limawaktu.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat mendapat bantuan sebesar Rp 64 miliar tahun ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Allhamdulilah tahun ini ada bantuan dari DAK Rp 20 miliar dari provinsi Rp 44 miliar," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marlia saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (24/8/2019).
Ia menjelaskan, bantuan uang itu akan digunakan untuk pengadaan kelengkapan alat kesehatan di RSUD Cibabat. Seperti di ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensif Care Unit (ICU), Labolatorium, Rehabiliasi Medik dan Unit Tranfusi Darah (UTD).
"Banyak, dari bantuan provinsi aja ada 79 item alat kesehatan. Dari DAK sekitar 35 item alat kesehatan," terang Reri. Pengadaan alat kesehatan paling mencolok, kata dia, adalah pengadaan peralatan bedah di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Cibabat. "Sekarang sudah banyak sub spesialis bedah kita, mengakomidir kebutuhan para dokter spesialis bedah sentral," jelasnya.
Perihal pemeliharaan seluruh alat kesehatan di RSUD Cibabat, lanjut Reri, setiap bulan pihaknya melakukan uji fungsi dan kalibrasi atau melakukan pengecekan dan pengaturan akurasi alat kesehatan.
"Kalau pemeliharaan ada bulanan ada mingguan. Tapi tergantung lifetime alatnya. Nanti IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit) yang berperan" katanya. "Kalau sudah tidak layak baru dibuat berita acara bahwa ini sudah maksimal tidak bisa diperbaiki lagi," sambung Reri.
Saat ini, terang Reri, Standar Peralatan Sarana Prasarana Rumah Sakit di RSUD Cibabat mencapai 58 persen, dari standar minimal 50 persen. "Seharusnya amannya itu kalau bagus diangka 80 persen. Kita kan terus tiap tahun dibantu provinsi, Kemenkes. Dibantu peralatannya," pungkasnya.