Reuni Emas SMAKers 76, Setengah Abad Persahabatan yang Tak Pernah Pudar
Limawaktu.id, Kota Bandung – Suasana haru, bahagia, dan penuh kenangan mewarnai pertemuan alumni angkatan 1976 SMA BPPK Kebonjati Bandung dalam acara Reuni Emas 50 Tahun yang digelar sebagai ajang silaturahmi dan refleksi perjalanan hidup para alumni yang kini rata-rata memasuki usia sekitar 70 tahun.
Ketua Pelaksana Reuni , Agus Bakti, mengungkapkan rasa syukur karena para sahabat seperjuangan masih dapat berkumpul setelah setengah abad berpisah sejak kelulusan pada tahun 1976.
"Kita semua alumni tahun 1976, dan sekarang tahun 2026 berarti sudah 50 tahun perjalanan sejak lulus sekolah. Selama lima dekade ini masing-masing memiliki jalan hidup yang berbeda. Ada yang menjadi pejabat, pengusaha, dan berbagai profesi lainnya. Namun hari ini kita hadir dalam satu kebersamaan sebagai Semaker 76," ungkap Agus, di Hotel DeSofi, kawasan Dago Bandung, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Agus, usia yang telah menginjak 70 tahun menjadi momentum untuk lebih menghargai persahabatan dan memperkuat silaturahmi. Ia mengenang masa-masa SMA yang penuh dinamika khas anak muda era 1970-an.
"Kami dulu dikenal sangat ekspresif. Model rambut panjang, gaya berpakaian khas zamannya, dan berbagai kenakalan remaja yang pernah kami lalui. Tapi semua itu menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk kami hingga menjadi pribadi seperti sekarang," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kebersamaan alumni sebenarnya telah terjalin kembali sejak sekitar tahun 2011 melalui berbagai kegiatan bertema persaudaraan, mulai dari acara musik hingga kegiatan sosial. Reuni Emas 50 Tahun menjadi reuni resmi pertama yang mengusung tema besar perjalanan setengah abad angkatan 1976.
"Kami berharap silaturahmi ini tidak akan pernah putus sampai akhir hayat. Usia boleh bertambah, tetapi persahabatan harus tetap terjaga," tuturnya.
Sementara itu, alumni lainnya, Eni Halimah Ganda Sasmita, yang turut menjadi donatur kegiatan, menjelaskan filosofi logo dan backdrop Reuni Emas Semaker 76 yang sarat makna.
Menurut Eni, bunga emas yang menghiasi logo melambangkan persahabatan yang tetap mekar meskipun telah berusia 50 tahun. Simbol tangan yang saling berpegangan menggambarkan eratnya kebersamaan para alumni.
"Setengah lingkaran emas memiliki arti perjalanan yang sudah sempurna selama 50 tahun, tetapi belum berakhir. Masih ada waktu yang harus kita isi dengan hal-hal positif. Gelombang air menggambarkan perjalanan hidup yang penuh dinamika, sedangkan awan putih menjadi simbol penghormatan kepada sahabat-sahabat yang telah lebih dahulu meninggal dunia," jelasnya.
Eni juga mengenang masa-masa sekolah yang menurutnya sangat berkesan. Ia mengakui bahwa pada masa itu SMA BPPK sering mendapat stigma sebagai "sekolah buangan". Namun kenyataannya, banyak lulusan sekolah tersebut yang berhasil meraih kesuksesan dalam berbagai bidang.
"Dulu ada anggapan bahwa BPPK adalah sekolah pilihan terakhir. Tetapi faktanya, banyak alumni yang sukses menjadi pejabat, pengusaha, dan profesional. Saya sendiri memulai dari bawah, pernah bekerja di pabrik, namun pengalaman hidup yang ditempa sejak sekolah membuat kami mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.
Ia menilai pengalaman masa muda yang penuh tantangan justru menjadi bekal berharga untuk menghadapi kehidupan. Nilai-nilai tersebut kini diwariskan kepada anak dan cucu sebagai pelajaran agar mampu menghadapi perubahan zaman.
"Kenakalan remaja yang dulu pernah kami alami menjadi pelajaran hidup. Dari sana kami belajar mana yang baik dan mana yang tidak. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit dan tetap berjalan di jalur yang benar," katanya.
Eni juga mengajak generasi muda untuk tidak terlalu terpaku pada label sekolah favorit. Menurutnya, keberhasilan seseorang lebih ditentukan oleh kemauan, kerja keras, dan kemampuan bertahan menghadapi tantangan hidup.
"Jangan minder dengan sekolah tempat kita belajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan kesempatan yang ada. Buktinya, banyak alumni angkatan 1976 yang mampu bertahan dan sukses hingga hari ini," tegasnya.
Reuni Emas Semaker 76 bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan yang dibangun sejak bangku sekolah mampu bertahan melintasi waktu. Di usia yang kini disebut sebagai usia bonus, para alumni sepakat untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan mengisi sisa perjalanan hidup dengan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.