Resah Kasus Skimming dan Pesan Berantai, Nasabah Cimahi Serbu BRI
Limawaktu.id,- Para nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kota Cimahi berbondong-bondong mendatangi kantor BRI terdekat di Kota Cimahi pada Senin 26/3/2018).
Mayoritas nasabah panik setelah mendengar pemberitaan hilangnya saldo nasabah akibat skiming. Teknik skiming biasanya dilakukan dengan cara memasang Wifi pocket router disertai kamera untuk mencuri PIN nasabah.
Melalui alat tersebut, pelaku Skiming menduplikasi data magnetic stripe pada ATM, lalu mengkloningnya ke dalam ATM kosong.
Setelah ramai kasus tersebut, muncul juga pesan berantai resmi dari pihak BRI. Pesan singkat berantai itu masuk pada 24 Maret 2018.
Isinya "Yth, Nasabah BRI, demi keamanan trx kartu ATM Anda kami nonaktifkan. Segera ganti kartu Anda di kantor Cabang BRI terdekat (gratis), info contact BRi 14017,"
Sontak kasus tersebut membuat nasabah panik. Sejak kemunculan kasus dan sms tersebut, para nasabah nampak berbondong-bondong mendatangi BRI terdekat. Pihak BRI pun membuka layanan sejak akhir pekan kemarin.
"Iya saya dapat sms ATM diblokir. Denger juga ad kasus skiming, makannya saya langsung mau ganti ATM," ujar Deni Sopyan (34), salah satu nasabang BRI saat ditemui di Kantor BRI Cabang Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Senin (26/3/2018).
Ia mengaku, sejak munculnya kasus Skiming pada BRI, ia langsung khawatir. Pasalnya, mayoritas uang tabungannya terintegrasi langsung ke ATM.
Jaja Subagja (24), nasabah BRI lainnya menuturkan, sebetulnya ia belum tahu tentang Skiming. Namun, setelah melihat pemberitaan, lantas ia mengecek langsung ATM miliknya.
"Tapi pas dipake gak bisa dibuka. Diblokir," tuturnya.
Untuk itu, ia langsung mendatangi Kantor BRI terdekat untuk mengurus pemblokiran ATM.
Berdasarkan pantauan, ratusan nasabah mengantri depan loket Costumer Service (CS). Seluruh nasabah ingin mengganti ATM dan membuka blokir.