Puluhan Ribu KK di KBB Belum Punya Rumah
Limawaktu.id - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, tahun ini ada 46 ribu Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki rumah tinggal. Angka itu disebut masih cukup tinggi.
"46 ribu yang tak memiliki rumah tiap tahun penurunan jumlahnya cukup lambat, hanya 1 sampai 2 persen. Bahkan sempat tak menurun karena faktor urbanisasi dan cepatnya pertumbuhan penduduk," terang Kepala Bidang Perumahan pada Disperkim KBB, Panji Winarno, Selasa (24/12/2019).
Angka tersebut tersebar di wilayah yang memiliki jumlah padat penduduk, seperti Kecamatan Padalarang, Batujajar dan Ngamprah.
Untuk menuntaskan masalah itu, kata Panji, Pemkab Bandung Barat hanya bergantung pada hadirnya program perumahan murah dari pusat dan pengembang properti yang memberi uang muka rendah.
Selain persoalan kepemilikan rumah, jumlah Rumah Tidak Laik Huni (Rutilahi) di KBB mencapai 22.233 rumah. Rumah tersebut tersebar di 16 kecamatan se-Bandung Barat. "Hampir tersebar merata di seluruh kecamatan. Kondisinya macam-macam, ada rusak ringan, sedang, dan berat. Mayoritas kondisinya rusak ringan dan sedang," ungkap Panji.
Dikatakannya, Disperkim KBB sendiri diberikan target hingga tahun 2024 untuk menuntaskan persoalan Rutilahu. Hanya saja, klaim Panji, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB tidak akan mencukupi untuk menuntaskan hal tersebut.
Panji menjelaskan, APBD KBB hanya bisa mengalokasikan dana perbaikan rumah sebanyak 500 unit tiap tahunnya. "Kalau tahun 2018 kita dibantu CSR perusahaan. Tahun ini kita hanya mengandalkan APBD serta bantuan dari provinsi dan pusat, itu pun jumlahnya tak seberapa," ujarnya.