Rabu, 5 Februari 2020 8:33

Puluhan Hektare Sawah di Cikawet Terpapar Limbah Semen Proyek KCIC

Saluran Air yang Diduga tercemar limbah semen proyek KCIC [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sawah milik petani di Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga tercemar limbah semen proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). 

Diperkirakan ada sekitar 60 hektare yang tercemar. Menurut warga, keadaan itu sudah berlangsung sebulan terakhir dan hingga kini pihak KCIC belum berupaya melakukan penanganan bagi rusaknya lingkungan sekitar proyek.

Kepala Desa Puteran, Yandi Handiana mengungkapkan dirinya mendapat keluhan petani yang lahannya tercemar limbah semen. Menurutnya, limbah semen dari pengerjaan terowongan mengalir ke Sungai Cileuleuy yang menjadi sumber utama pengairan sawah petani.

sungai di desa puteran yang diduga tercemar limbah semen proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)

"Kurang lebih 60 hektar sawah saat ini belum bisa ditanam, padahal seharusnya sudah masuk tandur," katanya saat dihubungi, Rabu (5/2/2020)

Puluhan hektar sawah yang terdampak pencemaran limbah berada di Kampung Sukamanah, Cigatrot, Sukaresmi, Patrol dan kampung Gunung Susuru. 

Pihak desa sudah berupaya mendatangi pengembang proyek dan berjanji akan memperbaiki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) mereka agar sungai tidak tercemar.

"Setiap hari saya kontrol belum juga ada upaya dari mereka untuk memperbaiki, limbah masih keruh berwarna abu dari semen," ujarnya.

Yandi menerangkan, di Desa Puteran terdapat 4 terowongan yang sedang dibangun KCIC yakni Tunnel 60,61,62 dan 63.

Pencemaran limbah semen terjadi di tunnel 63 karena langsung dibuang ke sungai Cileuleuy. Limbah juga bermasalah di tunnel 60.

"Di tunnel 60 air limbah semen mengalir ke tebing, bukan ke saluran air. Saya sudah memberi waktu 7 hari agar mereka segera membereskannya," tandasnya.

Terpisah, Ketua RW 10 Desa Puteran Udin Samsudin mengatakan, air sungai Cileuleuy digunakan warga mengairi persawahan.

"Sekarang kalau garap sawah jadi gatal-gatal. Ada sekitar 50 hektare sawah di hilir mulai dari  itu terkena dampak," ujarnya.