Sabtu, 22 Agustus 2020 13:38

Pulang Kunjungan dari Geger Bintang, Pengunjung Wajib Bawa Sampah!

wisata alam Geger Bintang Matahari yang terletak di Desa Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) [Foto Istimewa]

Bandung Barat - Perum Perhutani KPH Bandung Utara selaku pengelola wisata alam Geger Bintang Matahari bakal menahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengunjung yang tidak membawa sampah usai meninggalkan tempat yang terletak di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu.

Aturan tersebut dibuat sebagai upaya mengurangi tumpukan sampah di area wisata serta memberikan edukasi bagi pengunjung sehingga lebih peĀ­duli akan kebersihan.

"Aturan tersebut berlaku untuk semua pengunjung yang datang ke Geger Bintang Matahari. Jika tidak membawa sampah saat pulang, identitas diri akan ditahan untuk sementara waktu," tegas Asisten Perhutani (Asper) Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung Utara, Susanto, Sabtu (22/8/2020).

Ia mengatakan, sejak wisata alam tersebut dibuka Juni lalu, pihaknya lebih memperketat pengawasan bagi pengunjung dengan mendirikan beberapa posko pengecekan. Seperti mengecek suhu tubuh dan mengenakan masker.

"Mereka dicek dan wajib meninggalkan identitas misal KTP, begitu pulang, identitas mereka akan ditukar dengan sampah," kata Susanto.

Hingga saat ini pihaknya masih membatasi pengunjung hanya untuk yang berasal di wilayah Jawa Barat. Namun demikian, dia mengimbau supaya pengunjung asal zona merah penyebaran Covid-19 seperti dari Bekasi tidak berkunjung terlebih dahulu.

"Khusus pengunjung dari Bekasi kami imbau jangan dulu lah, karena kemarin statusnya jadi zona merah, kami mohon maaf karena tidak boleh masuk," imbuhnya.

Susanto mengaku, dimasa pandemi jumlah pengunjung Geger Bintang Matahari dibatasi maksimal hanya 1.100 orang termasuk di saat libur panjang seperti sekarang. Berbeda disaat normal yang bisa mencapai 3 ribu pengunjung setiap harinya.

"Kita kendalikan pengunjung di pos tiket, jika sudah full, langsung ditutup dan kita imbau pengunjung mengalihkan ke objek wisata lain," tukas Susanto.