Rabu, 7 Oktober 2026 16:39

PSI Kota Cimahi Minta Pemkot Sosialisasikan Pelaksanaan 17 Program Wali Kota

Ketua Harian DPD PSI Kota Cimahi, Leonardo [Istimewa]

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Cimahi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk membuka secara transparan capaian 17 program strategis yang menjadi janji politik pasangan tersebut pada Pilkada 2024.

Ketua Harian DPD PSI Kota Cimahi, Leonardo, menyatakan bahwa keterbukaan informasi ini sangat krusial agar masyarakat dapat mengukur efektivitas kinerja pemerintah secara objektif.

PSI mengapresiasi sejumlah program yang dinilai telah berjalan di lapangan. Beberapa program tersebut di antaranya Pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor UMKM,  Peningkatan layanan kesehatan bagi warga Cimahi,  Inisiasi program 10.000 SDM siap kerja, Pengelolaan sampah berbasis teknologi sebagai solusi isu lingkungan lokal.

“PSI mengapresiasi sejumlah program yang dinilai telah berjalan di lapangan. Meski demikian, PSI menegaskan bahwa peluncuran program saja tidak bisa dijadikan satu-satunya parameter kesuksesan. Bagi kami, persoalannya bukan sekadar apakah program tersebut sudah diluncurkan. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, sudah sejauh mana target janji tersebut benar-benar tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?" ujar Leonardo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 7 Oktober 2026.

Tak hanya itu, PSI juga memberikan catatan  pada tiga program utama yang dinilai membutuhkan keterbukaan data yang lebih spesifik seperti :

1. Program 10.000 SDM Siap Kerja: Mengingat program ini memiliki target jangka panjang (lima tahun), Pemkot Cimahi dituntut menyajikan data berkala mengenai jumlah warga yang telah dilatih, tersertifikasi, hingga persentase yang terserap oleh pasar kerja.

2. Program BEWARA: Terkait target 10.000 penerima manfaat, pemerintah diminta memaparkan rincian berkala yang mencakup jumlah riil penerima, besaran anggaran yang dialokasikan, serta kejelasan distribusinya.

3. 100 Event Kreatif: Leonardo menilai keberhasilan program ini tidak boleh hanya dihitung dari kuantitas kegiatan. Pemkot harus mengukur dampak nyata (multiplier effect) terhadap ekonomi kreatif, pelaku UMKM, komunitas seni, anak muda, dan peningkatan potensi ekonomi daerah.

Selain ketiga program tersebut, PSI juga mempertanyakan proyek Revitalisasi Stadion Sangkuriang yang dinilai belum terealisasi secara penuh, karena sejauh ini pemerintah baru memaparkan rencana dan target pembangunan ke depan tanpa capaian fisik yang signifikan.

“ Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, PSI Kota Cimahi meminta Pemkot Cimahi segera menyediakan dashboard evaluasi publik atau laporan berkala yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga,” pungkasnya.