Proyek Underpass Gatot Subroto Picu Kepadatan, Pemkot Cimahi Matangkan Rekayasa Lalu Lintas
Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat mengantisipasi dampak kemacetan akibat pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto dan pemeliharaan Jembatan Jalan Raden Demang Hardjakusumah. Melalui Dinas Perhubungan, pemerintah daerah terus melakukan evaluasi mendalam terhadap manajemen dan rekayasa arus lalu lintas guna memastikan kelancaran serta keselamatan para pengguna jalan.
Langkah strategis tersebut dibahas secara komprehensif dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung C Pemerintah Kota Cimahi. Forum ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Satlantas Polres Cimahi, perangkat daerah terkait, hingga perwakilan Organda dan Ketua RW yang terdampak langsung oleh proyek infrastruktur ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengungkapkan bahwa evaluasi ini berfokus pada efektivitas pengalihan arus yang telah diberlakukan sejak 19 Agustus 2026. Salah satu kebijakan yang kini diterapkan adalah sistem dua arah atau counterflow di Underpass Dustira. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan kapasitas jalan yang tersedia dan memecah tumpukan kendaraan.
“Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik krusial kemacetan masih terjadi di Jalan Amir Mahmud, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari. Penumpukan volume kendaraan dipicu oleh pergerakan simultan kendaraan roda dua dan roda empat dari beberapa titik, seperti Jalan Amir Mahmud arah barat, Kolmas, Babakan, Margamulya, dan Jalan Daeng, " ungkap Endang, Selasa, 1 September 2026.
Forum LLAJ secara khusus mengidentifikasi simpang Jalan Daeng–Cihanjuang–Amir Mahmud sebagai titik rawan yang memerlukan perhatian ekstra.
“Pengaturan dan penarikan arus di lokasi tersebut akan dioptimalkan demi mencegah antrean panjang ke ruas jalan berikutnya," ujar Endang.
Endang menjelaskan, sebagai langkah nyata di lapangan, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Cimahi telah mempertebal pengamanan dengan menambah jumlah personel di titik-titik rawan macet. Petugas akan disiagakan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di jalanan.
Selain fokus pada pengaturan arus kendaraan, Forum LLAJ memberikan teguran keras kepada pihak pelaksana proyek. Kontraktor diminta untuk segera melengkapi dan memperbaiki fasilitas manajemen lalu lintas di sekitar area pembangunan Underpass Gatot Subroto yang mulai rusak.
Beberapa perlengkapan jalan yang mendesak untuk diganti atau diperbaiki meliputi:Traffic cone yang mengalami kerusakan fisik.Tali atau tambang pembatas berwarna oranye yang terputus.Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) yang rusak atau pudar akibat faktor cuaca buruk.
Di sisi lain, terdapat kabar baik mengenai perkembangan pemeliharaan Jembatan Raden Demang Hardjakusumah (Jembatan Pemkot). Jika tidak ada kendala teknis dan mengantongi persetujuan dari pihak berwenang, jembatan ini ditargetkan dapat mulai dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua pada Sabtu, 5 September 2026 mendatang.
Pemerintah Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar, mematuhi rambu-rambu petunjuk yang ada, serta mengutamakan keselamatan selama masa transisi pembangunan infrastruktur kota ini berjalan.