Selasa, 17 Maret 2026 21:12

Polda Jabar Perkuat Komunikasi dengan Serikat Buruh Lewat Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Polda Jabar Perkuat Komunikasi dengan Serikat Buruh Lewat Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama [Ist]

Limawaktu.id  – Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jawa Barat menggelar silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan pimpinan serikat pekerja dan serikat buruh di Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dan menjaga hubungan industrial yang kondusif di wilayah Jawa Barat.

Pertemuan berlangsung di Rumah Makan Sambel Hejo Natuna. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Intelkam Polda Jawa Barat untuk memperkuat dialog yang lebih terbuka dan humanis antara kepolisian dan elemen buruh.

Kasubdit Sosial Budaya Ditintelkam Polda Jabar AKBP M. A. Taufan T. S., S.H. hadir mewakili institusi kepolisian dalam acara tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang intens antara aparat kepolisian dan organisasi buruh guna menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.

Menurutnya, komunikasi yang baik dapat membantu semua pihak mengantisipasi berbagai persoalan ketenagakerjaan. Dialog yang terbuka juga dinilai mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak pekerja dan terciptanya iklim investasi yang aman.

Sejumlah pimpinan serikat pekerja tingkat Jawa Barat hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Dadan Sudiana (SPN), Dede Rahmat (FSPMI), Ajat Sudrajat (SBSI '92), Iyan Sopyan (Aliansi Buruh Jawa Barat/ABJ), serta Robi, Opik Taufik, dan Agus Hoerudin dari RTMM SPSI.

Selain itu, hadir pula Edi Suherdi dan Rizky Januar Rachmat dari KEP SPSI, M. Sidarta (LEM SPSI), Adang Sutisna (TSK SPSI), Sudaryanto dan Rismanto dari KASBI, serta Baharudin S dari KSBSI.

Perwakilan serikat buruh menyambut baik inisiatif Polda Jawa Barat yang menggelar pertemuan tersebut. Mereka menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komunikasi antara buruh, pemerintah, serta aparat penegak hukum.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berdialog, menyamakan pandangan, dan memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi, sekaligus menjaga iklim investasi dan keamanan di Jawa Barat,” ujar salah satu perwakilan buruh.

Para pimpinan serikat pekerja berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menilai dialog yang terbuka dapat mendorong penyelesaian persoalan ketenagakerjaan secara konstruktif tanpa memicu konflik.

Melalui pertemuan tersebut, Ditintelkam Polda Jawa Barat dan para tokoh buruh juga berkomitmen memperkuat komunikasi ke depan. Dengan kolaborasi yang baik, potensi konflik hubungan industrial diharapkan dapat diantisipasi lebih awal melalui pendekatan dialog dan musyawarah.