Kamis, 12 Maret 2020 17:20

Penderita HIV/AIDS di KBB Capai 394 Orang, Seks Bebas jadi Sebab Terbanyak

HIV [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Pemkab Bandung Barat mencatat, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 394 orang. Data itu tercatat secara kumulatif hingga tahun 2019

Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial KBB, Sri Mulyaningsih mengatakan, 394 penderita HIV/AIDS itu tersebar di 16 Kecamatan di Bandung Barat. Sementara wilayah Padalarang tercatat sebagai wilayah yang dominan pengidap HIV/AIDS.

"Sampai 2019 terakhir, (pengidap HIV/AIDS) sekitar 394 orang. Paling terbesar persebarannya itu di wilayah Padalarang," ungkap Sri saat ditemui di Lembang, Kamis (12/3/2020).

Sri menerangkan, penularan HIV/AIDS di Bandung Barat disebabkan berbagai faktor. Namun, kebanyakan dari penderita di KBB diakibatkan karena seks bebas.

"Sebetulnya, kalau penyebarannya setiap orang beda-beda, tapi yang lebih dominan itu akibat heteroseksual," kata Sri.

Ia mengklaim, Pemkab Bandung Barat sudah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan kasus HIV/AIDS. Seperti pembinaan mental, sejumlah puskesmas juga sudah disiapkan untuk menyediakan Jenis Obat Antiretroviral (ARV).

ARV sendiri merupakan obat yang mampu memperlambat perkembangan virus HIV. ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri, dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4. 

"Ada beberapa puskesmas yang memang sudah ditunjuk khusus menyediakan obat itu. Jadi mereka mengambil obat itu setiap hari Kamis di puskesmas," terang Sri.

Sri menjelaskan, masih banyak pengidap HIV/AIDS yang mentalnya melemah. Akibatnya, ketidakpercayaan diri itu menjadikan penderita mengurungkan niatnya untuk berobat.Maka dari itu, pihaknya mendorong agar pengidap HIV/AIDS berani speak up. Dengan speak up, stigma buruk terhadap penyintas diharapkan bisa dipatahkan.

"Ada juga yang sudah berani speak up. Mereka harus berani bersuara agar tidak menjadi stigma negatif di lingkungan masyarakat," pungkasnya.